Curi Sejumlah Benda Pusaka di Rumah Adat Tebing Tinggi, Begini Nasib Pelaku Kini

Senin, 5 Desember 2022 09:00 Reporter : Adrian Juliano
Curi Sejumlah Benda Pusaka di Rumah Adat Tebing Tinggi, Begini Nasib Pelaku Kini Ilustrasi penjara. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang pria berinisal MA (40) mencuri sejumlah benda pusaka di Rumah Adat Melayu yang berada di Jalan Badak Lingkungan 1 Kelurahan Bandar Utama, Kota Tebing Tinggi.

Pelaku juga merupakan warga Kelurahan Bandar Utama itu akhirnya berhasil diringkus pihak kepolisian Satreskrim Polres Tebing Tinggi.

Kapolres Tebing Tinggi melalui Kasi Humas, AKP Agus Arianto dalam keterangan pers pada Sabtu (3/12), membenarkan kejadian tersebut.

"Tim opsnal Sat Reskrim Polres Tebing Tinggi yang dipimpin oleh Aiptu W. Simanjuntak melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku berinisial MA yang sedang berada di pinggir jalan pada Sabtu (3/12) dini hari," ungkap AKP Agus Arianto dilansir ANTARA (4/12).

2 dari 3 halaman

Terekam CCTV

Humas Polres Tebing Tinggi, AKP Agus Arianto, menjelaskan, kejadian ini bermula seorang saksi bernama Hamdani Damanik melihat lubang angin di kamar mandi rumah adat itu sudah jebol. Curiga, saksi pun melaporkan kejadian itu kepada Habibi Mahardika Putra.

Setelah melakukan pengecekan rekaman CCTV, ternyata ada seorang pria yang berhasil masuk ke rumah adat tersebut dan mencuri beberapa benda pusaka.

Dalam rekaman itu, terlihat pelaku mengambil setidaknya 6 buah kain sarung, keris, dan barang pusaka lainnya.

3 dari 3 halaman

Pelaku Terancam Hukuman Paling Lama 7 Tahun Penjara

Akibat kejadian tersebut, korban menelan kerugian sebesar 20 juta rupiah dan melaporkan ke Polres Tebing Tinggi.

Petugas turut menemukan barang bukti berupa dua buah kain sarung yang dicuri pelaku dari Rumah Adat Melayu. Pelaku masih menjalani pemeriksaan, pelaku akan dijerat pasal 365 ayat 1 Ke 3e ke 5e KUHPidana dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun penjara.

"Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan dan pelaku akan dijerat pasal 365 ayat 1 Ke 3e ke 5e KUHPidana. Dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun penjara," tambah AKP Agus Arianto dilansir ANTARA (4/12).

[adj]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini