Berat Badan Turun 8 Kg, Ini Cerita Gubernur Edy Setelah Dua Tahun Lebih Pimpin Sumut
Merdeka.com - Dua tahun lebih menjabat sebagai Gubernur Sumatra Utara (Sumut), Edy Rahmayadi mengaku telah melewati banyak hal yang sangat berkesan.
Hal ini Ia sampaikan saat melakukan kunjungan kerja di Tapanuli Selatan pada Kamis (17/6).
Pria berlatar belakang militer dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal (Letjen) TNI ini, terpilih sebagai orang nomor satu di Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Sumut, usai meraih suara terbanyak dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumut pada 2018 lalu.
Namun siapa sangka, Edy bahkan sampai kehilangan berat badannya sebanyak 8 kilogram (kg) lantaran disibukkan dengan segudang kegiatannya sebagai Gubernur.
Melansir dari ANTARA, berikut cerita Gubernur Edy dalam menjalani masa jabatannya.
Berat Badan Turun 8 Kg

Instagram/@edy_rahmayadi ©2021 Merdeka.com
Menjabat sebagai gubernur, membuat Edy disibukkan dengan sederet aktivitasnya setiap hari. Selama 2,6 tahun ini, Ia sibuk berkeliling melihat potensi wilayah 34 kabupaten/kota se-Sumut.
Tak heran jika kesibukannya itu membuat berat badannya turun sekitar 8 kg. Sebelum menjabat, Ia memiliki berat badan 68 kg, kini menjadi 60 kg.
"Saya keliling berbagai daerah untuk melihat potensi yang ada. Tapanuli Bagian Selatan meliputi Tapsel, Palas, Paluta, Madina dan Padang Sidempuan misalnya potensi SDA nya cukup baik," kata Edy.
Jadi Pemimpin Harus Kuat Mental

Instagram/@edy_rahmayadi ©2021 Merdeka.com
Edy merasa selama menjabat Ia belum bisa berbuat banyak untuk Sumut. Apalagi di tahun-tahun pertama, ekonomi yang tidak baik di beberapa daerah, ditambah dengan adanya pandemi Covid-19. "Tahun pertama keuangan daerah terutang lanjut masuk Covid-19 sehingga berdampak pembangunan," katanya.Meski demikian, Ia yakin Sumut mampu menghadapi tantangan itu. Ia juga mengajak seluruh pemimpin daerah di Sumut untuk ikut bergerak cepat bersamanya. "Saya pegang anggaran 15 triliun Anda (Kades 1-3 miliar lebih). Bila sama-sama bergerak kita pasti cepat," ajak Edy.Karena menurutnya, menjadi pemimpin itu berarti harus memiliki mental yang kuat untuk memakmurkan daerah. "Meski demikian mari cepatlah memakmurkan daerah. Tidak kuat mental jadi pejabat tak usah menjadi pejabat," tegasnya.
Jaga Amanah
Edy juga mengatakan, menjadi pemimpin harus bisa menjaga amanah yang diberikan oleh rakyat. Sekecil apapun tindakan akan dipertanggungjawabkan. "Jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan dunia dan akhirat. Demi Allah saya menjadi pemimpin demi rakyat walau belum banyak berbuat," katanya. Ia juga menegaskan membutuhkan bupati dan kepala desa yang mau bersama-sama maju untuk membangun Sumut."Bupati yang tidak suka tidak usah. Saya butuh kepala desa dan yakin bisa bersama-sama membangun desa menata kota mewujudkan Sumut yang agraris dan bermartabat," ujarnya.
(mdk/far)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya