Arti Kata Pasrah dan Contoh Penggunaannya dalam Kalimat

Rabu, 29 Juni 2022 11:45 Reporter : Ani Mardatila
Arti Kata Pasrah dan Contoh Penggunaannya dalam Kalimat ilustrasi berdoa. Liputan6 ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata pasrah adalah menyerahkan sepenuhnya. Sedangkan menurut Kamus Merriam-Webster arti kata pasrah yaitu menunjukkan penerimaan bahwa sesuatu yang tidak diinginkan atau tidak menyenangkan akan terjadi atau tidak dapat diubah.

Pasrah memang kerap dimaknai sebagai berserah diri, dalam konteks agama yaitu berserah diri kepada Tuhan. Namun dengan catatan sudah berusaha semaksimal mungkin dan menyerahkan segala keputusan akhirnya kepada Tuhan.

Pasrah bukanlah menyerah. Sikap pasrah juga banyak disebutkan dalam ungkapan Bahasa Jawa sebagai panduan kehidupan orang Jawa. Berikut arti kata pasrah selengkapnya:

2 dari 3 halaman

Contoh Penggunaan Kata Pasrah Secara Umum

Setelah mengetahui arti kata pasrah, berikut contoh penggunaannya dalam kalimat:

1. "Terkadang, ketika resah membuat hati gelisah, yang kita butuhkan hanyalah pasrah dan berserah."

2. "Jangan pernah menyerah pada impian, ketekunan itu penting. Jika kamu tidak memiliki keinginan dan keyakinan pada dirimu untuk terus berusaha setelah berpasrah, kamu tidak akan pernah berhasil."

4. "Pasrah bukan berarti diam. Pasrah bukan berarti tidak berusaha. Pasrah itu merendahkan hati."

5. "Biarkan semuanya berjalan - berpasrahlah pada saat ini dan ketahuilah bahwa alam semesta memiliki rencana untukmu dan semuanya akan berjalan dengan baik."

Sikap Pasrah Orang Jawa

aku ikhlas aftershine
Youtube/Your Lyric ©2022 Merdeka.com

Sikap pasrah terdiri dari kata ‘sikap’ dan kata ‘pasrah’. Kata sikap secara berarti perbuatan yang berdasarkan pada pendirian atau keyakinan. Sedangkan, arti kata pasrah yaitu menyerahkan sepenuhnya. Sehingga sikap pasrah merupakan sebuah keyakinan untuk menyerahkan sepenuhnya.

Maksud sikap pasrah orang Jawa, yaitu ungkapan yang terkait dengan sikap menerima sesuatu/narima. Dalam buku Pitutur Adi Luhur terdapat ungkapan narima ing pandum, yang artinya menerima seturut jatah yang ditentukan Tuhan.

Tartono (2009:311) menjelaskan ungkapan tersebut bahwa Tuhan memberikan anugrah kepada manusia menurut kebutuhannya, perbedaan itu bukan karena Tuhan membeda-bedakan. Tetapi agar manusia bijaksana dan tidak berlebihan. Manusia wajib berusaha, Tuhan yang berhak menentukan.

3 dari 3 halaman

Sikap Pasrah dalam Ungkapan Jawa

Adapun beberapa ungkapan Jawa tentang sikap pasrah, berikut di antaranya:

  1. Narima ing pandum artinya menerima seturut jatah yang ditentukan Tuhan (Tartono, 2009:311)
  2. Ora narima ing pandum artinya tidak menerima pembagian (Hariwijaya, 2004:240)
  3. Narima ing pandum artinya menerima dengan ikhlas apa yang diberikan atau didapatkan (Santosa, 2010:121)
  4. Lobok atine artinya longgar hatinya (Tartono, 2009:275)
  5. Lobok atine longgar hatinya (Hariwijaya, 2004:162)
  6. Sabar drana artinya sabar sekali (Tartono, 2009:373)
  7. Sabar drana artinya sabar sekali (Hariwijaya, 2004:272)
  8. Sabar subur artinya sabar itu membuat subur (Santosa, 2010:204)
  9. Sareh pikoleh artinya sabar mendapatkan (Tartono, 2009:388)
  10. Sareh pikoleh artinya sabar berhasil (Hariwijaya, 2004:283)
  11. Sareh pikoleh artinya sabar memperoleh (Santosa, 2010:156)
  12. Gusti Allah ora sare artinya Tuhan tidak tidur (Hariwijaya, 2004:98)
  13. Gusti Allah ora sare artinya Tuhan Allah tidak tidur ( Tartono, 2009:188)
  14. Gusti Allah ora sare artinya Allah tidak tidur (Santosa, 2010:81)
  15. Ana dhaulate ora ana begjane artinya ada sarana tiada keberuntungan (Hariwijaya,
  16. 2004:15)
  17. Ana dhaulate, ora ana begjane artinya ada kemampuan atau potensi, tidak ada
  18. keberuntungan (Santosa, 2010:131)
  19. Cakra manggilingan artinya roda berputar (Hariwijaya, 2004:48)
  20. Ora obah, ora mamah artinya tidak bergerak, tidak mengunyah (Hariwijaya,
  21. 2004:242)
  22. Ana dina ana upa, ora obah ora mamah artinya ada hari ada nasi, tidak bergerak
  23. tidak mengunyah (Santosa, 2010:132)
  24. Ngundhuh wohing pakarti artinya memetik buah perbuatan (Hariwijaya,
  25. 2004:220)
  26. Ngundhuh wohing pekerti artinya memetik hasil perbuatan sendiri (Santosa,
  27. 2010:56)
  28. Ngenteni tuwuhe jamur ing mangsa ketiga artinya menunggu tumbuhnya jamur di
  29. musim kemarau (Hariwijaya, 2004:208)
  30. Gumelaring agesang artinya bentangan kehidupan (Hariwijaya, 2004:96)
  31. Mulat sarira hangrasa wani artinya melihat diri sendiri dan berani mengoreksinya
  32. (Hariwijaya, 2004:192)
  33. Katiban ndaru artinya kejatuhan wahyu (Hariwijaya, 2004:130)
  34. Dilalah kersa Allah artinya kebetulan atas kehendak Allah (Hariwijaya, 2004:68)
  35. Pasrah bongkokan artinya memberikan ikatan (Hariwijaya, 2004:254)
  36. Pasrah sumarah artinya pasrah menyerah (Hariwijaya, 2004:253)
  37. Kodrat wiradat artinya takdir usaha (Tartono, 2009:251)

Lila legawa artinya lila adalah rela, legawa adalah sikap hati yang lepas bebas, perasaan yang tidak terbebani apapun. Orang yang lila legawa adalah orang yang bisa menerima situasi dan kondisi apa pun yang menimpa dirinya dengan lapang dada, dengan hati yang terbuka, dengan pikiran yang jernih tanpa praduga.

Siji pesthi, loro jodho, telu wahyu, papat kodrat, lima bandha artinya satu takdir, dua jodoh, tiga wahyu, empat kodrat, lima rezeki atau harta (Santosa, 2010:87)

[amd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini