Rangkuman Petang

Sebuah sepanduk bertuliskan Front Pembela Islam (FPI) dengan gambar Habib Rizieq Syihab terpasang di depan Masjid Nurul Huda, Dusun Munduk Kunci, Desa Tegallingah, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali, Rabu (28/6). Warga sekitar mendadak heboh dengan keberadaan spanduk itu. Diduga, secara terang-terangan FPI sudah berada di Desa Tegallingah. Padahal desa ini terkenal anti dan mencibir keberadaan FPI. Aparat desa setempat langsung menyikapi keberadaan spanduk itu.

"Sekarang sudah ada pertemuan dan koordinasi masalah ini, kami sendiri memang tidak tahu siapa memasang spanduk ini, tiba-tiba sudah ada spanduk seperti ini. Jujur di desa kami ini, tidak ada ormas-ormas apalagi yang namanya Front Pembela Islam ataupun simpatisannya," ungkap salah seorang warga kepada merdeka.com, Rabu (28/6).

Kabar dari Yogyakarta, Presiden ke-44 Amerika Serikat, Barack Obama, sudah mendarat di Kota Gudeg dan berencana menikmati liburan bersama keluarga. Selama di Yogyakarta, Obama dan keluarga menginap di Hotel Tentrem, Jalan AM Sangaji, Yogyakarta. Menurut Public Relation Manager Hotel Tentrem, Nike Aristya, Obama dan keluarga menginap di kamar Presidential Suite. Kamar Presidential Suite yang digunakan Obama, kata Nike, merupakan satu-satunya di Hotel Tentrem.

"Semalam harganya Rp 30 juta. Dari kamar Presidential Suite bisa melihat pemandangan langsung menghadap ke Gunung Merapi," ujar Nike, Rabu (28/6). 

Hari ini, Rabu (28/6) tiga orang tersangka akan diterbangkan langsung ke Jakarta. Analis Kebijakan Madya Bidang Penmas Divhumas Polri Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono mengatakan, tiga tersangka yaitu Syawaluddin Pakpahan (43), Bobby (17) dan Firmansyah Putra Yudi akan dibawa ke Jakarta dengan dikawal Densus 88. Polisi juga merahasiakan penerbangan dan bandara yang dituju dengan alasan keamanan. Ketiga orang tersangka ini langsung digiring ke Rumah Tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. "Untuk tersangka yang dibawa tiga ya, SP, BB sama FP. Ditahannya itu nanti di Mako Brimob," ujarnya.

Dari Venezuela dilaporkan ada sebuah helikopter yang menembaki Mahkamah Agung Venezuela saat acara sosial tengah berlangsung. Presiden Nicolas Maduro yang mengeluarkan pernyataan ini. Maduro marah besar atas serangan ini, dia menyebut serangan tersebut akibat ulah teroris. Sang presiden menuturkan serangan tersebut bertujuan melengserkan dirinya sebagai presiden.

"Serangan ini bertujuan melengserkan saya dari pemerintahan. Itu bisa menyebabkan tragedi dengan menewaskan dan melukai orang lain" ujar dia dalam pernyataan, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (28/6).



KOMENTAR ANDA