Yaya Toure: Pemain Afrika kurang lapar

Yaya Toure menganggap bahwa pemain Afrika kini sudah kurang motivasi untuk menjadi pemain terbaik.

Rizky Wahyu Permana
Oleh Rizky Wahyu Permana - Reporter
Yaya Toure: Pemain Afrika kurang lapar
Yaya Toure. ©2014 Merdeka.com/football365.com

Yaya Toure adalah salah satu pemain terbaik Afrika dalam dekade ini. Dia merupakan peraih penghargaan pemain terbaik CAF (Confederation of African Football) dalam empat tahun terakhir dan satu-satunya pemain Afrika yang masuk dalam daftar nominasi peraih Ballon d'Or 2015. Toure menganggap sedikitnya pemain Afrika dalam penghargaan ini merupakan sebuah kemunduran.

Dilansir dari The Guardian, dalam sebuah wawancara dengan France Football, Toure mengungkapkan bahwa sedikitnya pemain Afrika ini ini disebabkan karena berkurangnya fokus mereka ketika telah mencapai level sepak bola yang tinggi. Dia mengatakan bahwa orang Afrika memiliki kecenderungan untuk bermalas-malasan. Selain itu mereka juga cenderung hidup di dunianya sendiri dan merasa paling hebat sehingga mereka tidak berusaha untuk menjadi lebih baik lagi.

Banyak pemain Afrika bermain sepak bola untuk mencari penghidupan yang layak dan menyenangkan. Banyak dari pemain tersebut tidak berusaha lebih lanjut ketika mereka telah mendapat banyak uang, mobil yang besar, pacar, dan pakaian yang mewah. Ketika sudah mendapatkan semua hal tersebut, mereka mulai berhenti untuk berusaha menjadi pemain terbaik. Ketika mereka sudah tidak merasa lapar lagi, maka mereka menganggap bahwa tujuan sebagai pemain sepak bola sudah tercapai.

Hal lain yang juga menyebabkan banyak pemain Afrika sekarang tidak tampak luar biasa adalah karena begitu luar biasanya pemain-pemain Afrika pada generasi sebelumnya. Pencapaian yang diraih oleh berbagai pemain Afrika seperti Eto'o dan Drogba menyebabkan generasi selanjutnya jadi sulit untuk memberikan kesan yang luar biasa. Bahkan Toure menambahkan bahwa sebagai pemain Afrika dia juga sempat kesulitan untuk menampilkan dirinya dan diminati oleh sebuah tim besar.

"Jika saya orang Brazil, segala hal akan menjadi lebih mudah bagi saya. Ini hanya pengamatan saja, saya tidak bermaksud untuk mencari-cari alasan. Tetapi saya selalu merasa bahwa hal ini sedikit mengganggu." Tutur Toure. Dia juga menambahkan bahwa ketika pemain Afrika menjadi seorang pemain terbaik, dia tidak selalu diterima dengan baik oleh banyak orang. Banyak yang menganggap bahwa mereka tidak seharusnya berada di posisi tersebut.

Rekomendasi