7 Pemain top yang tak pernah juarai Liga Champions

Ironis, 7 pemain ini tak pernah sekalipun cicipi trofi Liga Champions selama karirnya

Yoga Tri Priyanto
Oleh Yoga Tri Priyanto - Reporter
7 Pemain top yang tak pernah juarai Liga Champions
7 Pemain top yang tak pernah juarai Liga Champions. ©2014 Merdeka.com

Ajang Liga Champions adalah impian semua pemain sepakbola yang merumput di dataran Eropa. Di Benua Biru ini memang menjadi kebanggan tersendiri bagi pemain yang mampu mempersembahkan gelar Liga Champions untuk klub yang dibelanya.Akan tetapi tidak semua pemain memiliki kesempatan untuk merasakan manisnya trofi Liga Champions. Bahkan pemain bintang berkelas sekalipun. Nah, berikut ini adalah deretan pemain bintang yang tak pernah cicipi Piala Champions.Siapa saja mereka? Berikut ulasannya.

Legenda Italia ini memang sangat terkenal dengan sosok trequartista yang fantastis. Pemain yang identik dengan rambut keritingnya ini memiliki talenta tinggi dalam bermain di lapangan hijau. Akan tetapi dia sama sekali tak pernah cicipi kebahagiaan menjuarai Liga Champions.Ia pernah membela Juventus, Internazionale, dan AC Milan. Ia juga pernah membela Fiorentina. Namun, hanya dua trofi Serie A dan satu piala Coppa Italia yang berhasil diraihnya.

Pemain yang bernama lengkap Gabriel Omar Batistuta ini adalah mesin gol berdarah Argentina. Batistuta banyak menghabiskan masa produktifnya di klub Italia, Fiorentina. Kecintaannya ke pada klub berjuluk La Viola itu tak pernah habis, bahkan sampai Fiorentina harus terdegradasi ke Serie B pun, pemain berjuluk Batigol ini tetap bersama klub yang identik dengan warna ungu tersebut.Jangankan memenangi trofi Liga Champions, menjuarai Serie A bersama Fiorentina saja Batigol tidak pernah. Padahal dia dikenal sebagai bomber maut kala itu. Hingga akhirnya dia hijrah ke raksasa ibukota Italia, AS Roma, pada tahun 200. Bersama AS Roma, Batigol mampu mempersembahkan juara Serie A. Namun sayang, Liga Champions masih terlalu tangguh untuk ditaklukkan I Lupi kala itu. Kini dia sudah gantung sepatu dan klub terakhir yang dibelanya adalah A Arabi, Qatar.

Pemain asal Belanda ini adalah ikon dari klub Arsenal kala itu. Permainannya sangat bagus dan mampu memimpin rekan-rekannya menjadi tim yang disegani di Premier League.Namun sayang, Bergkamp sendiri masih belum mampu mencicipi manisnya trofi Liga Champions. Untungnya, Bergkamp masih bisa mengoleksi dua gelar Piala UEFA dan sebiji Piala Winners.

Kesuksesan Manchester United sangat dipengaruhi oleh peran dari pemain berdarah Prancis ini. Ketika ia menginjakkan kakinya di Old Trafford, Setan Merah pun akhirnya mulai panen trofi, terutama di Premier League.Lahir dengan nama Eric Daniel Pierre Cantona, dia adalah pemain sepakbola yang sangat berpengalaman. Namun sayang, nama besar Cantona masih belum bisa membuatnya mencicipi euforia kemenangan di level paling bergengsi di Eropa.

Dia adalah gelandang yang memiliki kecepatan dan tendangan kaki kanan-kiri yang sangat luar biasa. Nedved bahkan disebut sebagai pemain asing terbaik Serie A kala bermain bersama Juventus.Sebelumnya, saat berseragam Lazio, pemain berkebangsaan Republik Ceko ini sudah mentereng. Hingga akhirnya dia berkostum Juventus, level permainannya semakin menjadi-jadi.Akan tetapi, sehebat apapun pemain yang mampu meraih Ballon d'Or 2003 ini mengolah bola di lapangan, trofi Liga Champions memang bukan jodohnya.

Dia adalah striker paling tajam yang pernah ada dalam legenda sepak bola. Terlahir dengan nama Luiz nazario Delima Ronaldo, pemain ini sudah malang melintang di beberapa klub besar. Sebut saja? Barcelona, Inter Milan, Real Madrid dan AC Milan.Klub-klub itu adalah langgan juara Liga Champions. Namun entah mengapa kedatangan Ronaldo di klub tersebut tidak membuat tim-tim besar tersebut tak merebut piala Champions.

Dia adalah salah satu bek terbaik asal Italia yang mampu meraih gelar Ballon d'Or tahun 2006. Secara postur tubuh, dia memang tidak ideal untuk menjadi bek tengah di klub manapun. Akan tetapi penyerang manapun akan kesulitan menembus pertahanan yang dikawal oleh Cannavaro.Mantan pemain Inter Milan, Juventus, dan Madrid ini sayangnya belum bisa mencicipi kebahagiaan merebut Piala Champions. Peruntungannya hanya sampai di babak semifinal saja. Itupun saat ia masih membela Nerrazurri saja.

Rekomendasi