Timnas U-21 Indonesia yang baru saja menuai kekalahan telak dari Myanmar, tidak akan meremehkan kekuatan Filipina yang menjadi lawan terakhir anak asuh Widodo C Putro itu pada turnamen Piala Hassanal Bolkiah di Bandar Sri Begawan Brunei Darussalam, Minggu (04/3).
"Meskipun (Filipina) belum pernah memenangkan pertandingan kita tidak boleh meremehkan mereka," ujar Widodo.
Menurut dia, Filipina jelas akan memberikan perlawanan sama dengan tim yang lain.
"Dengan demikian kita harus mempersiapkan tim dengan baik. Apalagi timnas mendapatkan jatah libur yang lebih panjang dibandingkan sebelumnya," katanya.
Guna menyiapkan strategi untuk menghadap calon lawan, Widodo yang mantan asisten Alfred Riedl itu mengaku telah melihat dan mempelajari pola permainan Filipina pada pertandingan-pertandingan sebelumnya. "Jajaran pelatih sudah melihat pertandingan mereka."
Meski telah menyiapkan strategi, Widodo belum langsung menerapkan kepada pemainnya.
"Kita belum melakukan evaluasi pertandingan kemarin, Selasa (28/2). Sore ini hanya recovery saja. Besok, Kamis (01/3) semua pemain kami diliburkan. Mereka sangat lelah," kata mantan pemain timnas itu.
Timnas Garuda Muda yang tergabung di Grup A tersebut saat ini di posisi tiga klasemen sementara dengan empat poin. Peluang untuk mendapatkan poin tinggal dari Filipina. Andik Vermansyah dan kawan-kawan dituntut memenangi pertandingan agar peluang untuk lolos ke babak semifinal terbuka. Hanya saja, untuk lolos ke babak selanjutnya itu, juga tergantung kepada tim lain.
Untuk lolos ke semifinal, Garuda Muda harus bersaing dengan Myanmar dengan enam poin dari dua pertandingan. Tim itu masih menyisakan dua pertandingan yaitu melawan Singapura dan Laos. Selanjutnya Laos dengan enam poin dari tiga pertandingan dan tinggal menghadapi Myanmar.
Singapura saat ini di posisi empat dengan satu poin dari dua pertandingan. Dua pertandingan sisa yang harus dijalani yaitu melawan Myanmar dan Filipina. Setelah dua tim terbaik diraih akan berhadapan dengan dua tim terbaik dari Grup B. (ant/end)