5 Anak Indonesia yang moncer di luar negeri
Merdeka.com - Indonesia seperti tidak kehabisan bibit-bibit pesepakbola andal. Selama ini sudah banyak pemain Indonesia sudah mencicipi sengitnya kompetisi Eropa dan Amerika.
Ada Yericho Christiantoko, Alfin Tuassalamony, Syamsir Alam, dan Yandi Munawar di klub Divisi Dua Liga Belgia. Ada juga di Penarol, Uruguay yaitu Zainal Haq.
Selain mereka, generasi baru terus bermunculan. Tentu saja umurnya masih belia. Hanya belasan tahun. Soal kemampuan, tak kalah dengan pemain Eropa.
Siapa saja mereka?
Jack Brown
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPrestasi mencengangkan diraih oleh anak Indonesia di Inggris, Jack Brown yang berhasil menjadi terbaik di ajang "The World Final Skill Test 2012 MU Soccer School". Predikat yang terbaik itu diberikan oleh akademi Manchester United di setiap akhir semester."World Final Skill Test MUSS 2012 diikuti sekitar 30 anak berumur antara 10 sampai 16 tahun dari 25 negara. Sebagian besar anak-anak yang mengikuti World Final Skill Test adalah anggota tim nasional sepak bola dari U14-U16 dari negara masing-masing," ujar ibunda Jack, Indah Brown.Pada pertandingan adu skill itu diuji empat macam keahlian yaitu Short passing, Loafting, dribbling, dan kick ups. "Alhamdulilah Jack mendapat skor yang terbaik sehingga mengalahkan pemain terbaik tahun sebelumnya Alex dari Inggris," imbuh Indah.Menurut Indah, yang membuatnya merasa terharu adalah ketika Jack dengan bangga mengatakan "I am Indonesian" saat diwawancarai. Bahkan Sir Alex Ferguson waktu bersalaman dengan Jack dan berkata "Are You Indonesian? Wow, that"s interesting".Jack sendiri mengakui jika bisa ikut dalam MUSS dan bahkan menjadi juara the World Final Skill test MUSS adalah pengalaman tak terlupakan baginya. "Saya sangat bangga," ucap Jack.Jack Brown lahir di Jakarta pada 2 November 2001, dari ibu asli Indonesia Indah Brown dan ayah Inggris, Lance Brown. Ia gemar bermain bola dan mulai berlatih sepak bola sejak usia empat tahun, usai bersalaman dengan Rooney. "Mum, my heart was beating very hard when I shaked Rooney"s hand," ujar Jack seperti yang dituturkan Indah Brown.
I Putu Angga Eka Putra
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPesepakbola ini biasanya dipanggil Angga. Dia lahir di Bali, 26 April 1996. Jika dihitung, umurnya saat ini berarti 16 tahun.Angga pernah menorehkan prestasi luar biasa saat mengikuti The All Star Team Milan Junior Camp. Dia dinobatkan menjadi pemain terbaik mengungguli pemain-pemain yunior dari 36 negara di Milan Junior Camp Day Tournament di markas AC Milan, Italia.Penentuan pemain terbaik bukan sembarangan. Menurut pelatih The All Star Team Milan Junior Camp Indonesia, Yeyen Tumena, yang menilai Angga adalah legenda Milan, seperti Franco Baresi dan Paolo Maldini.
Eriyanto
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPemain sepakbola yang satu ini juga tak kalah moncernya. Eriyanto (16) yang pernah tergabung dalam The All Star Team Milan Junior Camp pernah tampil memukau waktu itu.Buktinya, dia dalam ajang itu mendapat predikat sebagai kapten terbaik. Penentuan kapten terbaik bukan sembarangan. Menurut pelatih The All Star Team Milan Junior Camp Indonesia, Yeyen Tumena, yang menilai Eriyanto adalah legenda Milan, seperti Franco Baresi dan Paolo Maldini.
Rangga Pratama
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comNama Rangga pernah mencuri perhatian saat dilakukan seleksi tunas garuda. Kiper asal Palembang ini akhirnya berangkat ke Inggris. Rangga dipanggil secara khusus oleh pihak Akademi Arsenal.Rangga waktu itu diberi kesempatan selama enam pekan menjalani serangkaian seleksi untuk masuk Akademi Arsenal. Dia dipilih setelah tampil gemilang saat eksebisi yang dilakukan oleh Arsenal Developmen melawan Wycombe dan Brighton.Rangga jadi kiper utama selama tiga babak. Ia baru digantikan pada babak keempat ketika melawan Wycombe.
Nazarul Fahmi
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMasih dalam satu tim dengan Rangga. Dia adalah Fahmi, begitu teman-temannya di Tunas Garuda menyebutnya. Fahmi juga diberi kesempatan selama enam pekan menjalani serangkaian seleksi untuk masuk Akademi Arsenal waktu itu. Dia dipilih setelah tampil gemilang saat eksebisi yang dilakukan oleh Arsenal Developmen melawan Wycombe dan Brighton.Fahmi tampil gemilang di Stadion The Grove, Burnham. Fahmi baru bermain pada babak ketiga ketika melawan Brighton berhasil menunjukkan performa terbaiknya. Melalui assist-assistnya, permainan Arsenal Developmen menjadi menarik dan tidak monoton lagi waktu itu.
(mdk/has)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya