Sunat pada Laki-Laki Sebaiknya Sudah Dilakukan sejak Bayi

Jumat, 26 November 2021 16:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Sunat pada Laki-Laki Sebaiknya Sudah Dilakukan sejak Bayi Ilustrasi bayi. © PxHere

Merdeka.com - Biasanya, sunat pada anak laki-laki dilakukan menjelang usia akil baligh. Walau begitu tidak ada usia pasti kapan waktu seorang anak laki-laki disunat.

Dokter spesialis bedah umum dari Universitas Hasanuddin, dr. Asrul Muhadi, Sp.B menyarankan anak laki-laki sebaiknya sudah menjalani sirkumsisi atau sunat saat bayi.

"Indikasi sunat sekarang tidak harus menunggu anak berusia 7 tahun. Paling baik sejak lahir," ujar dia dalam webinar beberapa waktu lalu dilansir dari Antara.

Walau begitu, menurut Asrul, saran ini bisa tergantung pada sejumlah hal, misalnya apabila berpegang pada agama Islam, biasanya usia menjelang akil balig atau cukup umur yakni usia 7 tahun.

"Tetapi dalam beberapa literatur, bisa sejak lahir. Ini lebih bagus," kata dia menegaskan kembali.

Hal senada juga diungkapkan Founder Rumah Sunat dr. Mahdian, dr. Mahdian Nur Nasution, Sp.BS. Menurut dia, sunat saat bayi memungkinkan luka lebih cepat pulih dan tak menimbulkan trauma anak khususnya pada jarum suntik pada metode bius yang menggunakan jarum suntik.

"Selain lebih cepat sembuh juga karena kalau dilakukan pada usia sekolah misal SD, anak sudah ingat sehingga akan menyebabkan fobia," tutur dia.

Mahdian berpendapat, pada masa pandemi COVID-19 saat ini sebagian orang yang ketakutan sekali saat divaksin umumnya karena fobia jarum suntik akibat pembiusan menggunakan jarum suntik dalam proses sunat.

"Biasanya saat kecil pernah disuntik takut. Jadi ada dampak psikologis yang kita hindari, ada solusi yakni sunat tanpa jarum suntik," kata dia.

2 dari 2 halaman

Manfaat Sunat

Sirkumsisi atau sunat tindakan pembuangan dari sebagian atau seluruh kulup penis dengan tujuan tertentu antara lain agama, budaya dan faktor kesehatan. Salah satu indikasi medis tindakan ini yakni fimosis atau ujung kulum menutup dan kondisi ini masuk kategori darurat untuk segera dilakukan pelebaran preposium lalu dilakukan sirkumsisi.

Indikasi lainnya yakni kelainan kongenital yang rentan terhadap terjadinya infeksi saluran kencing (ISK), radang pada glans penis dan ISK disertai demam.

Para dokter sepakat sunat memiliki manfaat bagi anak antara lain lebih kecil terkena infeksi saluran kemih (ISK). Anak tidak disunat bisa mempunyai risiko terkena ISK lebih besar 3-10 kali dibandingkan mereka yang disunat pada tahun pertama kehidupan.

Selain itu, risiko kanker penis meningkat pada pria yang tidak disirkumsisi apalagi ditambah hygiene yang buruk dan kejadian balanopostitis atau peradangan pada glans penis lebih tinggi pada pria yang tidak disirkumsisi yakni 3-10 persen.

Manfaat lainnya sunat yaitu risiko tertular HIV berkurang hingga 70 persen pada pria yang disirkumsisi. Sunat juga menurunkan risiko terjadinya penyakit yang ditularkan secara seksual. [RWP]

Baca juga:
Diabetes Sejak Usia Dini Bisa Jadi Penyebab Penyakit Tidak menular Lain
Sering Disalahpahami, Anak Kurus Ternyata Juga Bisa Mengalami Diabetes
Manfaat ASI bagi Bayi yang Perlu Diketahui, Bantu Tumbuh Kembangnya
Ketahui Seberapa Sering Popok Anak Harus Diganti
Tak Hanya Nutrisi, Gerakan Aktif Anak juga Dibutuhkan untuk Tumbuh Kembang Optimal
Vaksin Sinovac Disebut Miliki Efek Samping yang Sama pada Anak dan Orang Dewasa

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Sunat
  3. Kesehatan Anak
  4. Fakta Kesehatan
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini