Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sering kram atau nyeri saat orgasme? Ini penyebab utamanya

Sering kram atau nyeri saat orgasme? Ini penyebab utamanya ilustrasi orgasme. ©2012 sientepanama.com

Merdeka.com - Tahukah Anda, orgasme alias puncak kenikmatan dalam berhubungan badan bisa disertai rasa nyeri dan kram? Keduanya bisa terjadi selama orgasme berlangsung atau sesudahnya.

Kondisi seperti yang sudah dijelaskan di atas disebut dengan istilah dysorgasmia. Sensasinya mirip nyeri kram saat menstruasi. Kondisi ini juga bisa terjadi selama beberapa jam setelah berhubungan intim.

Menurut ahli kandungan Christine Greves dari Winnie Palmer Hospital for Women and Baby, Anda bisa merasakan rasa nyeri atau kram di mana saja, baik di vagina atau di bagian bawah perut dan punggung. Hal ini bisa terjadi karena pengaruh otot rahim yang berkontraksi.

"Rahim itu terdiri atas otot dan berkontraksi saat orgasme. Sama seperti otot lain di tubuh, Anda mungkin merasa ketidaknyamanan setelah berhubungan seks," kata Greves, dikutip Women's Health, Senin (15/10/2018).

Namun, dalam beberapa kasus, kondisi ginekologis dapat memicu rasa nyeri atau kram setelah berhubungan seks. Misal, penyakit radang panggul (PID), endometriosis, kista ovarium atau fibroid uterus.

Jadi sebenarnya ada banyak kemungkinan kenapa stres dan kram bisa terjadi karena berbagai alasan.

Reporter: Fitri Haryanti HarsonoSumber: Liputan6.com

(mdk/tsr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP