Masyarakat Diminta Tidak Enggan untuk Mengonsultasikan Masalah Mental yang Dialami

Senin, 13 Mei 2019 16:10 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Masyarakat Diminta Tidak Enggan untuk Mengonsultasikan Masalah Mental yang Dialami Ilustrasi Stres dan Depresi. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Banyak orang menyepelekan masalah kesehatan mental dan mengakui bahwa mereka tengah mengalami hal tersebut. Banyak orang malu atau menganggap tidak penting untuk mengonsultasikan masalah mereka terhadap profesional kesehatan mental seperti psikolog, psikiater, atau psikoterapis.

Yusa Azis, psikoterapis dari Sanggar Jiwa Bertumbuh mengatakan bahwa beberapa kasus bunuh diri kerap terjadi ketika seseorang mengalami masalah pada jiwanya. Contohnya pada remaja yang putus cinta memutuskan untuk bunuh diri.

"Terkadang mereka malu kalau curhat dengan orangtuanya. Bukannya ditampung, biasanya malah diomelin, dinasehati," kata Yusa ketika ditemui Health Liputan6.com beberapa waktu lalu di Jakarta.

Karena itu, dibutuhkan banyak fasilitator agar masyarakat bisa mendapatkan tempat yang tepat untuk mengatasi masalah kesehatan jiwa. Di sini, pemerintah juga punya peran untuk penyediaan layanan dan edukasi masyarakat.

Yusa mengatakan Indonesia bisa belajar dari bagaimana Amerika Serikat mengatasi masalah kesehatan jiwa dengan nomor telepon atau layanan konseling yang dipasang di tempat-tempat publik. Warga setempat bisa mengaksesnya dan berbicara dengan petugas, meski hanya sekadar curhat.

"24 jam, tujuh hari seminggu, gratis. Dia bisa telepon, setidaknya kalau ingin bunuh diri bisa ditunda. Kalau depresi paling tidak ada teman bicara meski tidak ada solusi saat itu juga, karena proses psikoterapi itu panjang dan harus digali terus," Yusa menambahkan. Dengan fasilitas semacam ini, orang punya saluran atau wadah untuk mengatasi masalahnya untuk sementara.

Yusa mengatakan, kesehatan jiwa adalah sesuatu yang abstrak. Sehingga, tidak bisa dilihat dari tampilan luar saja.

"Ingin ganti kelamin, kecanduan porno, alkohol, dari luar kelihatan biasa saja. Padahal kalau kita selami lebih dalam, ternyata kompleks," tandasnya.

Reporter: Giovani Dio Prasasti
Sumber: Liputan6.com [RWP]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini