Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kenali Warna Darah Menstruasi dan Hubungannya dengan Kesehatan Perempuan

Kenali Warna Darah Menstruasi dan Hubungannya dengan Kesehatan Perempuan Kenali Warna Darah Menstruasi dan Hubungannya dengan Kesehatan Perempuan. ©Shutterstock

Merdeka.com - Menstruasi menjadi siklus bulanan normal yang dialami oleh perempuan. Meskipun sudah dialami hampir setiap bulan, tapi sudahkah kamu mengenali berbagai tanda yang dikeluarkan tubuh selama periode ini berlangsung? Misalnya saja perbedaan warna darah menstruasi yang ternyata berhubungan dengan kesehatan perempuan. Masih belum aware dengan masalah yang satu ini?

Beda warna darah menstruasi yang keluar ternyata menjadi tanda kondisi tubuh yang berbeda. Pelajari lebih jauh, yuk!

Merah Kecokelatan

Warna darah haid merah kecokelatan biasanya muncul di masa awal atau akhir menstruasi. Warnanya cenderung gelap yang bisa diartikan sebagai darah membutuhkan waktu lebih lama keluar dari rahim. Proses oksidasi yang berlangsung lebih lama membuat darah haid menjadi lebih gelap.

Darah yang berwarna kecokelatan juga bisa menjadi tanda kalau tubuh mengalami kekurangan hormon progesteron. Biasanya juga disertai gejala seperti nyeri payudara dan PMS. Disarankan untuk memperbanyak makan sayur untuk meredakan gejala yang muncul.

Merah Cerah

Darah menstruasi berwarna merah cerah juga biasanya muncul di awal periode menstruasi. Ini menandakan bahwa darah yang keluar masih segar dan dalam keadaan stabil. Warna ini biasanya bertahan hingga hari ke-5 periode berlangsung. Baru setelah itu secara perlahan akan berangsur menjadi lebih gelap yang menjadi tanda bahwa periode menstruasi akan segera berakhir.

Namun, perlu lebih waspada jika darah merah segar yang keluar bukan di masa menstruasi. Hal ini bisa jadi tanda adanya masalah pada organ reproduksi, misalnya saja infeksi menular seksual, miom, gonorrhea, hingga kanker serviks.

Merah Muda

Darah menstruasi berwarna merah muda biasanya terjadi ketika tercampur dengan cairan serviks. Kondisi tersebut juga bisa muncul karena terjadi penurunan hormon estrogen yang menjadi efek penggunaan kontrasepsi hormonal.

Jika darah ini muncul di luar jadwal menstruasi, bisa jadi tanda dari diet tidak sehat dan anemia. Saat siklus menstruasi menunjukkan darah merah muda yang keluar dari tubuh, cobalah untuk memperbanyak konsumsi makanan lemak sehat dan olahraga ringan seperti yoga.

Oranye

Darah menstruasi juga bisa keluar dengan warna oranye. Kondisi ini biasanya terjadi ketika darah bercampur dengan cairan serviks dan umumnya dialami oleh perempuan yang menggunakan alat kontrasepsi hormonal. Namun, perlu juga mewaspadai darah oranye ini karena juga bisa jadi tanda terjadinya infeksi pada organ reproduksi. Hal ini biasanya disertai dengan gejala lain seperti Miss V terasa gatal, sakit, dan muncul cairan yang berbau tidak sedap.

Dengan memahami darah menstruasi yang keluar dari tubuh, kamu pun bisa mengontrol kondisi kesehatan dan lebih aware lagi jika ada gejala yang tak normal terjadi. Yuk, saatnya lebih peduli dengan tanda tubuhmu! (mdk/wri)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP