Keguguran Bisa Jadi Disebabkan Karena Sel Sperma Pria yang Rusak

Jumat, 29 Maret 2019 19:16 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Keguguran Bisa Jadi Disebabkan Karena Sel Sperma Pria yang Rusak Ilustrasi pria tidak subur. Shutterstock/Image Point Fr

Merdeka.com - Telah banyak diketahui bahwa keguguran biasa muncul karena masalah genetik fatal yang mempengaruhi bayi. pada beberapa kasus, bahkan wanita mengalami kehilangan janin atau terpaksa aborsi secara tiba-tiba karena infeksi, diabetes, masalah, hormon, masalah sistem imun, serta hal lainnya.

Walau masalah keguguran ini biasa disebut terjadi karena wanita, dilansir dari WebMD, hal ini tak sepenuhnya berasal dari wanita semata. Terdapat sebuah faktor yang baru diketahui dan berhubungan dengan pria.

Penelitian terbaru menyebut bahwa kerusakan DNA sperma pada pria ternyata dapat menjadi penyebab keguguran berulang.

"Wanita yang mengalami hal ini telah menjalani banyak tes untuk mengetahui penyebabnya, namun banyak kasus masih belum dapat menemukan penyebabnya," jelas Channa Jayasena, peneliti dari Imperial College London, London.

"Walau begitu, kami menemukan bahwa sperma memainkan peran yang penting dalam pembentukan plasenta yang sangat penting bagi keselamatan janin," sambungnya.

Kesimpulan dari penelitian ini muncul berdasar analisis kesuburan dan DNA sperma dari 100 lebih pria yang istrinya tengah hamil. Peneliti membandingkan 50 pria sehat yang pasangannya tak mengalami keguguran dengan 63 pria yang pasangannya mengalami keguguran.

Analisis penelitian ini berfokus pada tingkat hormon seksual seperti testosteron, jumlah dan perilaku sperma, tingkat kerusakan DNA sperma, serta tes molekular. Peneliti juga mengukur tingkat kandungan kimia yang disebut spesies oksigen reaktif yang dapat mencederai sel pada sperma.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pria yang pasangannya mengalami keguguran berulang memiliki kerusakan sperma dua kali lebih banyak dibanding yang tidak. Selain itu, tampak juga kandungan spesies reaktif oksigen empat kali lebih banyak yang dapat mencederai sperma.

"Hasil penelitian kami menyarankan bahwa bakal berguna untuk mempelajari apakah pria yang pasangannya mengalami keguguran berulang mengalami hal abnormal pada fungsi reproduktif mereka," terang Jayasena.

"Hal ini juga bisa menjadi potensi baru untuk sasaran pengobatan. Mungkin dapat untuk membuat obat di masa depan yang mampu menghentikan kerusakan DNA sperma untuk mengobati pasangan yang mengalami keguguran berulang dan menurunkan risiko keguguran," tandas Jayasena. [RWP]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini