Jumlah Psikiater yang Ada di Indonesia Saat Ini Dianggap Masih Kurang

Minggu, 12 Januari 2020 18:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Jumlah Psikiater yang Ada di Indonesia Saat Ini Dianggap Masih Kurang Ilustrasi psikiater. ©Shutterstock/Blaj Gabriel

Merdeka.com - Pada saat ini, terdapat sekitar 1.000 dokter spesialis kedokteran jiwa (psikiater) yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia. Jumlah dokter jiwa yang dimiliki ini ternyata masih kurang dibanding kasus gangguan kejiwaan yang terus bertambah.

Menurut Ketua Program Studi Psikiatri Universitas Padjadjaran, Shelly Iskandar, kekurangan jumlah psikiater tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah kurangya dosen pengajar.

“Sehingga kalau jumlah dosennya kurang, diperbolehkan menerima jumlah mahasiswanya juga sedikit. Kalau ditanya kenapa dosennya kurang? Itu karena lebih enak menjadi dokter spesialis dalam hal pendapatan dibandingkan menjadi dosen,” kata Shelly di RS Melinda, Bandung, Jawa Barat.

Berdasarkan pengamatannya, jumlah peminat mahasiswa kedokteran spesialis psikiatri di Universitas Padjadjaran dan sembilan senter pendidikan serupa lainnya di Indonesia mengalami kenaikan. Walau, kata Shelly, jumlah mahasiswa yang berminat menjadi psikiater tidak sebanyak jurusan spesialis lainnya.

1 dari 1 halaman

Ada 5-6 Psikiater Baru Tiap Tahun

Shelly menyebutkan ukuran jumlah mahasiswa yang lulus menjadi psikiater dalam setahun, paling banyak yaitu 50 orang. Jika dirata-rata, ucap Shelly, setiap senter pendidikan meluluskan lima sampai enam orang dokter psikiatri dalam setahun.

Kenapa banyak orang yang tidak mengambil jurusan psikiatri ? Itu jelas karena stigmanya tinggi kemudian dilihat dari segi ekonomi mungkin kalah dibandingkan dokter bedah, dokter penyakit dalam. Itu kemungkinannya, ujar Shelly.

Berdasarkan data yang dimiliki oleh RS Melinda Bandung, angka kunjungan pasien kejiwaan per bulannya mencapai 750. Pemicunya adalah adanya pemeriksaan kejiwaan gratis bagi masyarakat yang kurang mampu secara ekonomi dan potongan harga bagi kelompok mahasiswa. Tingginya hal ini menyebabkan kebutuhan peningkatan jumlah psikiater jadi dibutuhkan.

Reporter: Arie Nugraha
Sumber: Liputan6.com [RWP]

Baca juga:
Dokter Jiwa Nilai Reynhard Sinaga Miliki Kecenderungan Psikopat Seksual
Penting Diketahui, Ini Perbedaan Antara Psikopat dan Sosiopat
Baca Buku Selama 6 Menit, Cara Mudah untuk Hilangkan Stres
Kenali Odontophobia, Ketakutan untuk Datang ke Dokter Gigi, Kamu Mengalaminya?

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini