Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini Penyebab Wanita Lebih Berisiko Alami Aneurisma Otak Dibanding Pria

Ini Penyebab Wanita Lebih Berisiko Alami Aneurisma Otak Dibanding Pria ilustrasi kesehatan otak. ©supplements-score-card.com

Merdeka.com - Masalah kesehatan otak yang bisa dialami oleh seseorang adalah berupa aneurisma. Masalah ini disebut lebih berisiko dialami oleh wanita dibanding pada pria.

Aneurisma sendiri bisa diartikan sebagai pelebaran dinding pembuluh darah akibat lemahnya struktur dinding tersebut. Hal ini umumnya terjadi pada pembuluh arteri seperti di otak, jantung, aorta, arteri poplitea, dan lain-lain. Kondisi itu membuat organ tersebut seakan membentuk "balon" yang bisa pecah sewaktu-waktu.

Wanita lebih berisiko terkena aneurisma otak. Jika kondisi tersebut pecah, stroke hingga kematian bisa terjadi pada pasien.

Dokter spesialis bedah saraf Mardjono Tjahajadi mengatakan bahwa angka kejadian aneurisma otak pada wanita tiga banding dua atau satu setengah kali lipat lebih besar. Namun, ada penjelasan mengapa wanita memiliki risiko terkena aneurisma otak lebih tinggi dibandingkan pria.

"Wanita itu punya hormon estrogen yang dipercaya bisa melindungi dinding pembuluh darah. Laki-laki tidak punya yang level yang begitu tinggi karena dari awal sudah beradaptasi pembuluh darahnya," kata Mardjono dalam temu media di Jakarta beberapa waktu lalu.

Dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Pondok Indah-Pondok Indah itu mengatakan, wanita lebih berisiko terkena aneurisma otak ketika di atas 40 tahun karena kadar estrogen yang melindungi pembuluh darah menurun.

"Ketika itu menurun, perlindungan pembuluh darah berkurang."

Terdapat Penyebab Munculnya Aneurisma Otak

Walaupun begitu, kedua hal itu bukan satu-satunya faktor risiko. Beberapa masalah lain seperti hipertensi dan kebiasaan merokok. Selain itu, bukan berarti pria juga 100 persen terhindar dari aneurisma otak.

"Karena dengan perlindungan yang lemah, tekanan darah yang tinggi, ditambah merokok yang merusak bagian dalam dinding pembuluh darah. Itulah yang menyebabkan aneurisma," Mardjono menambahkan.

Perhatikan Gejala yang Muncul

yang munculRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Maka dari itu, jika seseorang memiliki gejala seperti sakit kepala berdenyut dan kesemutan di satu sisi tubuh yang sering timbul dan hilang, serta memiliki faktor risiko seperti riwayat keluarga, usia di atas 40 tahun, perempuan, serta merokok dan konsumsi alkohol, tidak usah takut untuk skrining.

Pecahnya aneurisma otak hingga stroke masih dicegah dengan dua cara yaitu clipping atau menjepit "balon" pada pembuluh darah serta coiling atau menyumbatnya.

"Jadi mendingan kita preventif, jangan sampai menunggu pecah. Kalau sudah pecah ya sudah jadi stroke," jelas dokter spesialis saraf di RS Pondok Indah - Pondok Indah, Rubiana Nurhayati menegaskan.

Reporter: Giovani Dio PrasastiSumber: Liputan6.com

(mdk/RWP)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP