Ini alasan kenapa ikan segar harus diawetkan dengan es batu

Kamis, 18 Oktober 2018 00:02 Reporter : Tantri Setyorini
Ini alasan kenapa ikan segar harus diawetkan dengan es batu Ilustrasi ikan segar. ©2018 Merdeka.com/Pixabay

Merdeka.com - Banyak konsumen Indonesia meyakini bahwa ikan yang dijajakan dalam kondisi dingin dengan es batu sudah tak segar lagi. Begitu juga dengan ikan yang sudah dibekukan. Padahal mendinginkan makanan laut segera setelah penangkapan merupakan prosedur yang disarankan.

Ada alasan penting di balik penyimpanan ikan dengan es batu. Prosedur ini dinamakan sistem rantai dingin (cold chain system). Proses pendinginan dilakukan begitu ikan ditangkap hingga siap dipasarkan.

Mari kita simak penjelasan selengkapnya mengapa ikan segar harus diawetkan dengan es batu.

1 dari 3 halaman

Pendinginan bisa menjaga kandungan asam lemak dan protein

menjaga kandungan asam lemak dan proteinIlustrasi ikan segar. ©2018 Merdeka.com/Pixabay

Ketua Umum Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI) Hasanuddin Yasni mengatakan, pada prinsipnya ikan beku lebih aman dikonsumsi. Hal ini dipengaruhi efek es batu yang digunakan menyimpan ikan.

"Ketika ikan habis ditangkap harus segera diturunkan suhunya. Ini menggunakan es batu, sehingga kandungan asam lemak dan protein terjaga. Kondisi ikan tetap fresh (segar). Kalau ikan dibiarkan saja (tanpa didinginkan), oksidasi lemak terjadi," kata Hasanuddin usai acara diskusi publik di Kementerian Kesehatan, Jakarta pada 11 Oktober 2018.

Proses oksidasi lemak akan merusak protein pada ikan. Nilai gizi pada ikan turun, sehingga masyarakat yang mengonsumsi tidak mendapatkan gizi penuh.

2 dari 3 halaman

Menurunkan risiko kontaminasi bakteri

kontaminasi bakteriIlustrasi ikan segar. ©2018 Merdeka.com/Pixabay

Jika ikan tidak didinginkan atau dibekukan, maka potensi bakteri (mikroba) bertambah. Laporan jurnal berjudul Microbiological Evaluation of Some Heat Treated Fish Products in Egyptian Markets yang dipublikasikan pada laman Ecronicon, Desember 2017 menulis, ikan mengalami perubahan yang tidak diinginkan karena kontaminasi mikroba. Pembusukan cepat akibat hasil denaturasi protein—proses perubahan struktur protein—dan oksidasi lipid (oksidasi asam lemak) yang menyebabkan hilangnya kualitas ikan.

Kandungan air pada ikan juga lebih tinggi. Adanya kandungan air ini berarti kandungan mikroba juga tinggi. Suhu yang panas dan hangat juga dapat meningkatkan bakteri.

3 dari 3 halaman

Harus pakai es, karena ikan perairan tropis lebih mudah busuk

es karena ikan perairan tropis lebih mudah busukIlustrasi ikan segar. ©2018 Merdeka.com/Pixabay

Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat mencatat, ikan hasil tangkapan di perairan tropis, yang mana suhu hangat dapat mudah meningkatkan jumlah bakteri jika tidak segera disimpan dalam es batu.

Kontaminasi bakteri dalam makanan sering mengakibatkan pembusukan makanan. Bahaya kesehatan yang mengancam jiwa, misal keracunan makanan (muntah-muntah, diare) dapat dialami.

Nah, demikian alasan kenapa ikan dan bahan makanan laut lainnya harus disimpan bersama es. Dengan proses ini, kandungan gizi bisa dijaga dan risiko keracunan akibat mikroba juga bisa ditekan.

Reporter: Fitri Haryanti Harsono
Sumber: Liputan6.com [tsr]

Baca juga:
Benarkah es batu bikin kandungan gizi ikan segar berkurang?
Pabrik Soyjoy pertama di luar Jepang dan China diresmikan di Pasuruan, Jatim

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini