Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ingin sehat, 5 kebiasaan saat olahraga ini justru bikin tubuh sakit

Ingin sehat, 5 kebiasaan saat olahraga ini justru bikin tubuh sakit Ilustrasi berolahraga. ©Shutterstock/Christopher Edwin Nuzzaco

Merdeka.com - Demi memiliki tubuh sehat nan fit, kamu pun mulai memotivasi tubuhmu untuk rajin olahraga dan memperbanyak konsumsi makanan sehat. Namun setelah melewati beberapa kali sesi olahraga, tubuh malah jadi sakit dan kamu menderita nyeri.

Apa yang salah? Well, bisa jadi kamu melakukan kesalahan saat berolahraga seperti penjelasan berikut ini.

Posisi olahraga yang salah

Entah karena kurangnya pengarahan yang tepat atau tidak meminta saran saat berolahraga, banyak orang dan termasuk kamu yang berolahraga dengan posisi yang salah. Hal ini bisa membahayakan persendian dan otot yang kemudian bisa meminimalkan efek positif dari olahraga.

Olahraga saat perut kosong

Jar Cardiello, pakar kebugaran dari ISSA and NSCA menyarankan agar kamu tidak melakukan olahraga saat perut sedang kosong.

"Sebaiknya sebelum berolahraga, kamu mengonsumsi makanan manis sebab ketika gula darah tubuh merendah saat olahraga, maka tubuh akan mengekstrak glikogen dari jaringan otot. Kamu jadi kehilangan massa otot," terangnya. "Belum lagi, dengan kadar gula darah yang rendah, kamu jadi mudah pusing dan lemas saat olahraga. Jadi sebaiknya kamu makan pisang, buah ceri, atau yogurt rendah lemak 45 menit sebelum olahraga."

Terlalu banyak lakukan latihan kardio

Olahraga kardio memang banyak membakar kalori. Namun jika dilakukan terlalu banyak bisa menyebabkan atrofi otot dan turunnya massa lemak. Oleh karena itu daripada terus-menerus melakukan latihan kardio, gabungkan dengan latihan kekuatan agar mendapatkan manfaat olahraga yang maksimal.

Pola makan yang salah

Selain olahraga dengan perut yang kosong, pola makan yang salah juga membuat manfaat olahraga jadi tidak maksimal.

"Kamu tetap perlu makan setelah berolahraga. Jika tidak, tubuh akan memecah otot menjadi asam amino untuk diubah menjadi glukosa," terang John Ivy, Ph.D, ahli kinesiologi di Universitas Texas. "Namun hal ini bukan berarti kamu boleh sembarangan konsumsi makanan. Pilihlah makanan yang mengandung karbohidrat, protein, dan lemak sehat."

Kurang konsumsi protein

Protein dibutuhkan tubuh untuk memperbaiki sel otot yang rusak. Makanan tinggi protein juga membantu meningkatkan metabolisme lemak di tubuh karena tubuh akan membakar lebih banyak kalori saat mencerna protein. Oleh karena itu kamu jangan sampai kurang mengonsumsi protein.

(mdk/feb)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP