Berpuasa di Bulan Ramadan Bisa Bantu Turunkan Gejala Asam Lambung

Selasa, 5 April 2022 09:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Berpuasa di Bulan Ramadan Bisa Bantu Turunkan Gejala Asam Lambung Ilustrasi sakit perut. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/michaeljung

Merdeka.com - Menjalankan puasa di bulan Ramadan merupakan sebuah kewajiban bagi umat Islam. Puasa Ramadan ini bisa memiliki sejumlah manfaat termasuk bagi kesehatan fisik kita.

Menurut Pakar Gizi Klinik dari Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia Dr dr Fiastuti Witjaksono MSc, MS, Sp.GK., berpuasa di bulan Ramadan bisa menurunkan gejala asam lambung akut.

"Kadang-kadang orang sering timbul asam lambung meningkat, dengan puasa gejala lebih sedikit karena makan jadi teratur, tidak terus menerus diisi dengan makanan," terangnya beberapa waktu lalu dilansir dari Antara.

Fiastuti yang juga menjadi pengajar di Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu mengatakan, khusus bagi mereka dengan gangguan asam lambung, sebaiknya mengatasi masalah itu terlebih dulu dengan berkonsultasi pada dokter.

"Kalau gangguan fungsional, mungkin asam lambung naik bisa membaik. Tetapi kalau ada gangguan di lambung, mungkin harus diobati dahulu supaya berpuasa lebih nyaman pada saluran cerna, bisa berkonsultasi dengan dokter," kata dia.

Puasa selama Ramadan berarti menempatkan pada kondisi tak mengonsumsi makanan atau minuman apapun selama kurang lebih 14 jam yakni mulai pukul 04.00 hingga 18.00.

Akibatnya, cadangan makanan dalam tubuh yang berbentuk glukosa, glikogen, lemak dan protein pasti akan menurun. Oleh karena itu, puasa dikatakan mempengaruhi saluran cerna.

2 dari 2 halaman

Puasa Bisa Bantu Turunkan Berat Badan

Pada saat tidak puasa Anda bisa makan besar sebanyak 3 kali, ditambah camilan beberapa kali, bahkan mungkin tanpa berhenti. Akibatnya saluran cerna tidak pernah beristirahat.

Namun, karena berpuasa, maka ini memberikan kesempatan pada saluran cerna sedikit beristirahat dan ini bermanfaat memperbaiki proses regenerasi saliran cerna dengan mengurangi beban kerjanya.

Di sisi lain, berbagai studi juga menunjukkan manfaat lain berpuasa Ramadan yakni membantu penurunan dan menjaga berat badan. Menurut Fiastuti, setelah satu bulan berpuasa, berat badan dapat turun kira-kira 1,5 kg.

Tetapi, dia mengingatkan Anda berhati-hati setelah Ramadan, karena biasanya ada keinginan makan apa saja dan tak terkendali.

"Kalau bersikap seperti itu dua minggu setelah Ramadan berat badan naik dengan cepat. Manfaat puasa bisa kita atur makan dengan lebih teratur," tutur Fiastuti.

Puasa selama Ramadan juga bermanfaat menjaga kadar glukosa darah, menurunkan kadar LDL dibandingkan sebelum Ramadan, menjaga tekanan darah, membantu menurunkan tekanan darah sistolik sekitar 6-10 persen dan diastolik 3,8- 10 persen pada pasien hipertensi.

"Puasa Ramadan apabila dijalankan dengan baik, dengan niat saya kira bisa membantu kita menjaga kesehatan," tandasnya. [RWP]

Baca juga:
Pentingnya Makan Sahur Bagi Kelancaran ASI Ibu Menyusui
Hendak Lakukan Vaksinasi COVID-19 saat Berpuasa, Ini Waktu Terbaiknya
Apakah Vaksinasi COVID-19 di Bulan Ramadan Membatalkan Puasa?
Bolehkah Vaksin saat Puasa? ini Penjelasannya dari Sisi Medis
Tips bagi Pasien GERD untuk Berpuasa Tanpa Cegah Kambuhnya Masalah

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini