Benarkah Mulut Bisa Terasa Asam ketika Seseorang Berhenti Merokok?

Selasa, 24 Januari 2023 16:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Benarkah Mulut Bisa Terasa Asam ketika Seseorang Berhenti Merokok? ilustrasi berhenti merokok. ©lifecheating.com

Merdeka.com - Pada seorang perokok, kerap kali mereka mengungkap bahwa mulut terasa asam ketika lama tidak merokok. Hal ini disebut merupakan salah satu tanda bahwa seseorang sudah kecanduan rokok, benarkah?

Munculnya rasa asam yang tidak nyaman tersebutlah yang dianggap bisa membuat seseorang jadi kecanduan pada rokok. Sulit berhenti dan terus-menerus ingin menghisap rokok berbatang-batang setiap hari.

Pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Paru Indonesia (PDPI), Dr dr Erlina Burhan, MSc, SpP(K) mengungkapkan bahwa kecanduan rokok tidak bisa hanya dilihat berdasarkan mulut yang asam.

"Kalau orang tidak bisa berhenti merokok itu sudah kecanduan. Kalau dia enggak kecanduan, dia akan bisa berhenti. Kalau hanya sehari (berhentinya), itu belum berhenti namanya. Berhenti itu untuk seterusnya tidak merokok," ujar Erlina beberapa waktu lalu.

"Ya, rasa asam di mulut bukan satu-satunya tanda. Tapi mungkin (tanda kecanduan) dia menjadi gelisah, itu karena tubuhnya merasa kurang nikotin. Jadi di darah nikotinnya kurang karena tidak ada asupan nikotin," tambahnya.

Selain gelisah, Erlina menjelaskan, kecanduan rokok bisa ditandai dengan kesulitan berkonsentrasi, susah tidur, hingga gampang marah.

"Gampang marah jadinya karena rasa tidak bisa tidur dan gelisah itu. Kalau kita ajak bicara gampang emosi, bahkan ada yang depresi kalau sudah berat," kata Erlina.

2 dari 3 halaman

Rasa Asam Bukan Satu-Satunya Tanda

Lebih lanjut Erlina menegaskan bahwa kesimpulannya adalah rasa asam bukanlah satu-satunya tanda Anda sudah kecanduan merokok. Tanpa rasa asam tapi selalu memiliki keinginan untuk merokok pun sudah menjadi tanda kecanduan.

"Bahwa dia tidak bisa berhenti merokok, itu sudah tanda-tanda kecanduan. Rasa asam di mulut itu hanya salah satu saja," kata Erlina.

Belum lagi saat ini banyak anggapan bahwa merokok adalah aktivitas yang keren.

Erlina mengungkapkan, saat ini yang tengah menjadi perhatian khusus sebenarnya adalah remaja. Mengingat rokok di kalangan remaja semakin digandrungi dan banyak yang merasa keren dengan itu.

"Merasa keren, merasa kece. Kalau pakai rokok ini awesome katanya kelihatan cool. Maka saya mau mengatakan bahwa masa depan Anda milik Anda, bukan pemilik pabrik rokok," ujar Erlina.

3 dari 3 halaman

Cara Mencegah Jadi Perokok

Erlina pun mengungkapkan apa-apa saja cara yang bisa dilakukan untuk mencegah jadi perokok aktif dan perokok pasif. Pertama adalah dengan menghindari berkumpul dengan teman yang sedang merokok.

"Jadi jangan nimbrung, karena kalau teman lagi ngerokok nanti ditawari 'Eh, mau share enggak?' gitu," kata Erlina.

"Kemudian harus meyakini bahwa rokok bukan satu-satunya sarana pergaulan. Jangan malu mengatakan bahwa diri Anda bukan perokok, dan perbanyak informasi terkait rokok," tambahnya.

Erlina menjelaskan, mencegah diri Anda untuk merokok juga dapat dilakukan dengan menghindari hal-hal yang berkaitan dengan rokok. Apalagi saat ini banyak acara yang disponsori oleh perusahaan rokok.

"Hindari hal-hal yang berkaitan dengan rokok. Misalnya, ada acara lomba rokok gratis, iklan. Sekarang kan banyak lomba yang disponsori oleh pabrik rokok. Nah ini mestinya dihindari," kata Erlina.

Reporter: Diviya Agatha
Sumber: Liputan6.com [RWP]

Baca juga:
Ketahui Bahaya Dislipidemia dari Konsumsi Makanan yang Terlalu Berminyak
Tak Boleh Sembarangan, Ini Kata Dokter Terkait Pemberian Jamu pada Anak
Benarkah Anestesi Bisa Sebabkan Kelumpuhan dan 4 Fakta Lain yang Perlu Diketahui
Ketahui 3 Manfaat dari Hyaluronic Acid bagi Kesehatan Kulit

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Fakta Kesehatan
  3. Berhenti Merokok
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini