ASI Merupakan Imunisasi Pertama bagi Bayi

Kamis, 11 Agustus 2022 09:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
ASI Merupakan Imunisasi Pertama bagi Bayi Ilustrasi menyusui. ©Shutterstock.com/SvetlanaFedoseyeva

Merdeka.com - Air susu ibu memiliki sejumlah manfaat bagi ibu maupun pada bayi. Hal ini bisa terjadi karena kandungan dari ASI yang memang memiliki berbagai macam hal seperti air, protein, karbohidrat, lemak, vitamin, enzim, mineral, bahkan zat antibodi untuk bayi.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr dr Naomi Esthernita F Dewanto, SpA(K) mengungkapkan bahwa ASI justru merupakan imunisasi pertama yang dapat diberikan pada bayi.

"Kita tahu bahwa ASI itu juga merupakan imunisasi pertama pada bayi untuk menghindari penyakit dan mencegah kematian," ujar Naomi beberapa waktu lalu.

Hal tersebut lantaran ASI memiliki komposisi yang mengandung banyak zat bioaktif seperti imunoglobulin, laktoferin, dan lain-lainnya yang berfungsi untuk membentuk daya tahan tubuh bayi.

"Bayi itu lahir dengan imun yang masih sangat rendah, masih belum berkembang. Jadi faktor-faktor bioaktif yang ada di dalam ASI merupakan metode pertahanan pertama pada bayi," kata Naomi.

"Misalnya si ibu sakit, dia punya imunoglobulin yang akan keluar lewat ASI. Itu akan sampai ke bayi. Jadi imunoglobulin merupakan imunisasi pertahanan tubuh bayi," tambahnya.

Naomi menjelaskan, seperti dalam hal COVID-19 misalnya. Bayi hingga kini belum dapat melakukan vaksinasi COVID-19. Sehingga jika ibunya lebih dulu divaksinasi atau terinfeksi COVID-19, maka imunoglobulin dapat diterima oleh bayi melalui ASI yang diberikan.

2 dari 2 halaman

ASI Sulit Keluar

Dalam kesempatan yang sama, turut hadir Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI), dr Piprim Basarah Yanuarso, SpAK. Piprim mengungkapkan bahwa pada proses awal menyusui terutama dua hari pertama, ASI memang umumnya akan lebih sulit keluar.

Biasanya, ibu dan orang-orang di sekitar ibu menyusui ikut khawatir karena bayi tidak segera diberikan ASI. Sehingga seringkali menyarankan untuk langsung memberikan susu formula (sufor) saja.

"Kalau ibunya paham, dokternya paham, perawatnya paham, suaminya paham, eyangnya paham. Enggak bakal tergoda (untuk memberikan sufor) gitu, karena bayi itu 24 jam pertama bahkan dua hari pertama itu bisa tanpa ASI," ujar Piprim.

Piprim menjelaskan, bayi memiliki lemak coklat dalam tubuhnya yang dapat diubah menjadi keton dan menjadi nutrisi bagi otak bayi. Ibu dan orang-orang di sekitarnya pun sebaiknya tidak perlu terlalu khawatir jika bayi tidak langsung diberi ASI pada 2 hari pertama sejak kelahiran.

"Kuncinya adalah kesabaran semua pihak di hari-hari pertama kehidupan bayi, karena di situ ketika langsung dikasih sufor, bayinya kenyang. Nah kalau bayinya kenyang, nyedotnya lemah. Kalau nyedotnya lemah, produksi ASInya makin seret. Sudah, muter-muter di situ saja," kata Piprim.

Reporter: Diviya Agatha
Sumber: Liputan6.com [RWP]

Baca juga:
Stres pada Ibu Menyusui Bisa Buat ASI Tak Lancar, Ini Cara Mengatasinya
Berapa Lama Sebenarnya ASI Bisa Tahan saat Disimpan di Kulkas?
Makanan Pelancar ASI Pasca Caesar yang Perlu Ibu Ketahui
Mengapa Bayi di Bawah 1 Tahun Belum Bisa Mengonsumsi Susu Sapi?
Ketahui Mitos dan Fakta Terkait Menyusui yang Masih Banyak Dipercaya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini