Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Antibiotik tingkatkan risiko penyakit usus pada anak

Antibiotik tingkatkan risiko penyakit usus pada anak Ilustrasi obat-obatan. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa penggunaan antibiotik bisa meningkatkan risiko penyakit usus pada anak.

Semakin sering anak mengonsumsi antibiotik, semakin tinggi pula risiko mereka terkena penyakit radang usus, yang disebut Crohn. "Tampaknya ada respon terhadap dosis," kata Dr Matt Kronman, asisten profesor di University of Washington School of Medicine di Seattle, Amerika, seperti dilansir Health.com, (24/9).

Para peneliti menemukan bahwa 64 persen dari anak-anak, yang mengonsumsi antibiotik antianaerobic, sekitar 58 persen telah mengembangkan bakteri di usus mereka. Jenis antibiotik antianaerobic meliputi penisilin, amoksisilin, tetrasiklin, metronidazol, cefoxitin, dan lain-lain.

Risiko ini menjadi lima kali lebih besar pada bayi, yang diberi antibiotik sebelum usia 1 tahun. Meski ada peningkatan 84 persen risiko terkena penyakit usus, pengembangannya masih sangat rendah.

Kenapa antibiotik bisa berbahaya? Antibiotik dapat mengubah lingkungan bakteri yang alami di usus. Ini rupanya dapat memicu peradangan. Masalahnya, penyakit usus itu biasanya ditandai oleh peradangan usus kronis.

Sebaiknya, cari tahu kondisi kesehatan usus anak, sebelum memberi mereka antibiotik. Beritahu dokter Anda, jika anak memiliki riwayat penyakit Crohn atau kolitis ulserativa. (mdk/des)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP