5 Kondisi yang Terjadi pada Area Kewanitaan Ketika Sudah Menopause

Sabtu, 5 Oktober 2019 18:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
5 Kondisi yang Terjadi pada Area Kewanitaan Ketika Sudah Menopause ilustrasi menopause. ©www.keralaayurveda.biz

Merdeka.com - Menopause merupakan salah satu fase yang dialami oleh wanita. Hal ini biasanya mereka alami ketika memasuki usia antara 45 hingga 55 tahun.

Menopause terjadi ketika wanita berhenti memproduksi sel telur setelah usia tertentu. Pada fase ini, menstruasi seorang wanita bakal berhenti.

Ketika wanita tidak mengalami menopause selama 12 bulan atau lebih, masa ini bisa disebut sebagai pasca menopause. Karena ovarium berhenti memproduksi sel telur, level produksi oestrogen pada wanita juga menurun.

Perubahan yang terjadi pada tubuh wanita ini menyebabkan mereka mengalami perubahan pada bagian kewanitaan. Kondisi mengering dan iritasi merupakan salah satu gejala umum dari menopause ini.

Terdapat sejumlah kondisi dan perubahan yang terjadi pada vagina wanita ketika mereka mengalami menopause. Dilansir dari The Health Site, berikut sejumlah kondisi yang dialami wanita ketika mengalami menopause.

1 dari 5 halaman

Rasa Tak Nyaman Ketika Bercinta

Ketika menopause, wanita biasanya mengalami penipisan pada dinding vagina. Hal ini bisa menyebabkan rasa sakit dan tak nyaman ketika bercinta. Rasa sakit yang muncul bisa menusuk dan mungkin menimbulkan bercak merah yang terasa panas dan perih.

2 dari 5 halaman

Rasa Panas Ketika Buang Air Kecil

Ketika menopause, tingkat oestrogen bakal menurun dan memberi kemungkinan bertumbuhnya bakteri di vagina. Bakteri buruk yang menumpuk ini memberi rasa panas seperti terbakar ketika buang air kecil. DIsarankan untuk mengonsumsi banyak air dan sering buang air kecil untuk menurunkan risiko masalah ini.

3 dari 5 halaman

Perubahan Bentuk Vulva

Menopause juga bisa menyebabkan munculnya perubahan bentuk di vulva. Menurunnya tingkat oestrogen ketika menopause menyebabkan penipisan dan perubahan bentuk pada labia minora. Pada kondisi ini, bahkan mungkin terjadi perubahan warna.

4 dari 5 halaman

Keluarnya Air Seni Ketika Batuk

Ketika menopause, otot panggul menjadi lemah seiring menurunnya tingkat oestrogen di tubuh. Hal ini bisa membuatmu tak sengaja kencing ketika terbatuk atau terjadinya hal lain. Ketika kamu mengalami masalah ini, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

5 dari 5 halaman

Perubahan Kelembapan

Sejatinya, vagina wanita memiliki tingkat keasaman yang rendah. Namun ketika telah menopuse, tingkat keasaman ini berubah dan menyebabkan meningkatnya risiko ifeksi vaginal. Untuk mengatasi masalah ini, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

Sejumlah masalah kesehatan tersebut mungkin dialami oleh area kewanitaan seiring terjadinya menopause. Pada beberapa kasus, intervensi dari dokter dibutuhkan untuk menghindari masalah lebih lanjut. [RWP]

Baca juga:
Faktor Genetik Jadi Hal yang Paling Penting untuk Mengetahui Usia Menopause
Sejumlah Kondisi Kesehatan yang Bisa Jadi Penyebab Keringat Mengucur Deras

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini