14 Cara alami memperbanyak ASI dengan cepat

Kamis, 12 Oktober 2017 23:59 Reporter : Bethari Taya
Ilustrasi menyusui. ©2017 breastfeedingcenterofpittsburgh.com

Merdeka.com - Tidak semua ibu setelah melahirkan memproduksi ASI yang cukup untuk bayinya. Ketika seorang ibu yang baru saja melahirkan ternyata tidak memproduksi cukup ASI, tentu saja ibu akan khawatir apakah bayi mendapatkan cukup ASI atau tidak. Ibu yang ternyata memproduksi ASI tidak dalam jumlah besar kemudian beralih pada susu formula. Padahal makanan utama bayi baru lahir adalah ASI. ASI harus diberikan secara eksklusif pada enam bulan pertama agar manfaat ASI dapat dirasakan dalam jangka waktu yang panjang. Dengan rutin memberikan ASI pada enam bulan pertama kelahiran juga akan meminimalisir adanya alergi karena ASI juga berperan membantu meningkatkan daya tubuh karena mengandung zat antibodi.

Anda merupakan salah satu dari sekian ibu yang tidak memproduksi ASI dalam jumlah cukup? Jangan terburu-buru untuk memberikan susu formula pada bayi Anda. Nyatanya, Anda bisa memperbanyak ASI Anda secara alami. Wah, kok bisa? Bagaimana caranya? Simak saja langsung cara memperbanyak ASI di bawah ini.

Cara memperbanyak ASI

  1. Memijat payudara

Melakukan pemijatan yang benar pada payudara akan membuat produksi ASI meningkat. Pemijatan dilakukan dari bagian pangkal payudara, tekan dinding payudara menggunakan dua jari yakni jari telunjuk dan jari tengah. Lakukan gerakan melingkar pada bagian luar payudara selama 30 detik lalu buat gerkana memutari payudara hingga menuju puting seperti bentuk obat nyamuk. Lakukan hanya dari pangkal menuju puting. Bukan sebaliknya. Ingat, pemijatan ini bertujuan agar produksi ASI bertambah dan melancarkan ASI.

  1. Memompa ASI


Ilustrasi memompa payudara ©2017 netmums.com

Cara memperbanyak ASI selanjutnya adalah dengan memompa payudara. Hal ini berguna agar payudara selalu terangsang untuk memproduksi ASI. Pompa ASI secara konsisten dan berkala di antara waktu menyusui. Pompa masing-masing payudara setidaknya selama 10 menit. Perlu diketahui bahwa produksi ASI meningkat ketika pada pukul 2-5 pagi. Jika memungkinkan, pompa ASI dalam jam tersebut.

  1. Jangan berhenti menyusui

Meskipun Anda merasa bahwa produksi ASI Anda sedikit, jangan berhenti menyusui sekalipun. Dengan terus rajin dan konsisten menyusui, hal tersebut akan merangsang payudara untuk memproduksi ASI. Jangan lupa untuk menyusui menggunakan kedua payudara secara bergantian.

  1. Skin to skin nurse

Ketika menyusui, usahakan sesering mungkin kulit ibu bertemu dengan kulit bayi, atau kulit ibu dan bayi saling bersentuhan. Jangan menghalangi kulit dengan kain, baik itu kaos maupun bra. Demikian juga bayi, biarkan bayi hanya dalam keadaan memakai popok. Selain merangsang produksi ASI, hal ini akan meningkatkan ikatan emosional antara ibu dan anak

  1. Ciptakan suasana yang tenang ketika menyusui

Bayi memang sangat sensitif dikarenakan memiliki indera pendengaran yang matang. Bayi akan terganggu ketika menyusui ketika ada suara bising yang terdengar. Dengan suasana yang tenang, bayi akan rileks sehingga menyusu dalam waktu yang lama atau bahkan menyusu hingga tertidur.

  1. Biarkan bayi menyusu selama yang dia inginkan

Jangan pernah sekalipun ibu menghentikan bayi yang sedang menyusui. Jika memang ada keadaan tiba-tiba, seperti ada tamu, cukup tutupi bayi dengan kain lalu sambut tamu. Ibu sebaiknya tidak panik dan tergesa-gesa ketika ada keadaan genting dan bayi masih menyusui agar tidak mengganggu bayi. Ketika bayi sudah kenyang, ia akan berhenti menyusu dengan sendirinya.

  1. Menyusui setiap 2-3 jam

Jadwal menyusui yang teratur akan semakin merangsang produksi ASI. Terutama ketika bayi baru lahir. Bayi baru lahir biasanya minum ASI hingga 12 kali dalam sehari. Berikanlah ASI setiap 2-3 jam, bahkan ketika bayi sedang tidur. Hal ini agar nutrisi bayi tercukupi.

  1. Jangan menggunakan dot atau botol

Selama 6 bulan pertama bayi, menyusui harus menjadi satu-satunya cara bayi mendapat asupan makanan dan minumannya. Bahkan ketika Anda sudah memompa susu hingga berbotol-botol. Dengan menggunakan dot, bayi akan mengalami kebingungan manakah yang merupakan puting ibu, apalagi aliran dot atau botol lebih lancar dan kencang. Bisa-bisa bayi akan menolak disusui langsung oleh ibu. Hal ini akan membuat produksi ASI berkurang bahkan sampai berhenti.

  1. Menstabilkan emosi

Memiliki bayi memang memerlukan tenaga ekstra, apalagi jika ibu perlu melakukan banyak tugas lainnya, baik tugas sebagai ibu rumah tangga maupun yang berkarir. Ketika Anda merasa stres, hal ini akan membuat produksi ASI terganggu karena hormon dalam tubuh terguncang. Ibu bisa meminta tolong pada pasangan atau keluarga untuk mengurus keperluan sehari-hari dan teman kerja untuk mengurus kerjaan Anda.

  1. Mencukupkan waktu tidur


Ilustrasi ibu dan bayi tidur ©2017 i.huffpost.com

Terkesan mustahil memang apalagi bayi memang sering bangun tiba-tiba. Atur jadwal tidur Anda. Misal, ketika bayi tidur maka ibu juga ikut tidur. Bisa juga dengan mengurangi kegiatan di dalam maupun luar rumah.

  1. Makan makanan bergizi


Ilustrasi sayuran dan buah ©2015 Merdeka.com/shutterstock/Adisa

Selama masa menyusui yang eksklusif, ibu memerlukan tambahan asupan kalori sebesar 300-500 kalori setiap hari. Makanan bergizi dan sehat akan meningkatkan produksi dan kualitas ASI. Tidak ada makanan tertentu untuk dikonsumsi, yang penting bergizi dan sehat.

  1. Banyak mengonsumsi air mineral

Rutin dan mencukupi kebutuhan air mineral akan membantu ASI agar terus diproduksi secara teratur. Tidak hanya air mineral, minum jus tanpa gula baik buah maupun sayur akan memperbanyak ASI. Hindari minuman yang mengandung bahan kimia dan kafein karena akan berpengaruh buruk bagi bayi.

  1. Meminum suplemen penambah ASI

Bagi Anda yang masih saja memproduksi ASI dalam jumlah yang sedikit, Anda bisa mencoba untuk meminum suplemen penambah ASI. Namun tentu saja dengan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan atau bidan, suplemen mana yang cocok untuk dikonsumsi.

  1. Tidak mengonsumsi obat-obatan selain suplemen penambah ASI

Dokter kandungan maupun bidan biasanya menyarankan pada ibu untuk tidak mengonsumsi obat-obatan baik selama masa hamil maupun menyusui. Hal ini dapat mempengaruhi atau berdampak buruk bagi bayi sebagai akibat dari bahan-bahan kimia yang ada dalam obat. Jika memang ibu dalam keadaan darurat untuk mengonsumsi obat maupun pil KB dalam masa menyusui, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter ataupun bidan.

Semoga bermanfaat. [mg2]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.