Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Lupa niat puasa dan berniat batal puasa, apa puasa sah?

Lupa niat puasa dan berniat batal puasa, apa puasa sah? ilustrasi ramadan. ©Reuters

Merdeka.com - Niat adalah rukun atau hal yang wajib dilakukan sebelum berpuasa. Namun apa jadinya jika kita lupa berniat puasa saat terbenamnya matahari atau sebelum fajar menyingsing.

Empat imam, yaitu Imam Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hanbali sepakat bahwa puasa lupa berniat maka puasanya tidak sah. "Namun tetap harus melanjutkan puasa tersebut dan wajib meng-qadha," dikutip dari dalam buku Rahasia Puasa Menurut 4 Mazhab karya Thariq Muhammad Suwaidan, Rabu (10/6).

Niat yang bersumber dari hati ini juga dilarang untuk dipermainkan. Misalnya suatu waktu, terbesit untuk membatalkan puasa maka bisa jadi puasanya malah tidak sah.

"Siapa yang berniat puasa tidak secara langsung, misalnya jika sampai rumah mau membatalkan puasa, maka puasanya batal. Lalu di tengah hari berubah kembali ke niat awal untuk berpuasa maka puasanya sah,"sambung buku tersebut.

Para imam juga sepakat, niat itu tempatnya di hati dan sunah hukumnya melafalkan niat. Bahkan Imam Hanafi dan Maliki berpendapat bahwa sahur dapat dikategorikan sebagai niat. Sementara Imam Syafi'i beranggapan sahur belum cukup dijadikan niat. (mdk/rep)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP