37. QS. As-Saffat (Barisan-Barisan) 182 ayat
-
هٰذَا يَوْمُ الْفَصْلِ الَّذِيْ كُنْتُمْ بِهٖ تُكَذِّبُوْنَ ࣖ
81. Inilah hari keputusan yang dahulu kamu dustakan.
-
اُحْشُرُوا الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا وَاَزْوَاجَهُمْ وَمَا كَانُوْا يَعْبُدُوْنَ ۙ
82. (Diperintahkan kepada malaikat), “Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan apa yang dahulu mereka sembah,
-
مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ فَاهْدُوْهُمْ اِلٰى صِرَاطِ الْجَحِيْمِ
83. selain Allah, lalu tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka.
-
وَقِفُوْهُمْ اِنَّهُمْ مَّسْـُٔوْلُوْنَ ۙ
84. Tahanlah mereka (di tempat perhentian), sesungguhnya mereka akan ditanya,
-
مَا لَكُمْ لَا تَنَاصَرُوْنَ
85. ”Mengapa kamu tidak tolong-menolong?”
-
بَلْ هُمُ الْيَوْمَ مُسْتَسْلِمُوْنَ
86. Bahkan mereka pada hari itu menyerah (kepada keputusan Allah).
-
وَاَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلٰى بَعْضٍ يَّتَسَاۤءَلُوْنَ
87. Dan sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain saling berbantah-bantahan.
-
قَالُوْٓا اِنَّكُمْ كُنْتُمْ تَأْتُوْنَنَا عَنِ الْيَمِيْنِ
88. Sesungguhnya (pengikut-pengikut) mereka berkata (kepada pemimpin-pemimpin mereka), “Kamulah yang dahulu datang kepada kami dari kanan.”
-
قَالُوْا بَلْ لَّمْ تَكُوْنُوْا مُؤْمِنِيْنَۚ
89. (Pemimpin-pemimpin) mereka menjawab, “(Tidak), bahkan kamulah yang tidak (mau) menjadi orang mukmin,
-
وَمَا كَانَ لَنَا عَلَيْكُمْ مِّنْ سُلْطٰنٍۚ بَلْ كُنْتُمْ قَوْمًا طٰغِيْنَ
90. sedangkan kami tidak berkuasa terhadapmu, bahkan kamu menjadi kaum yang melampaui batas.
-
فَحَقَّ عَلَيْنَا قَوْلُ رَبِّنَآ ۖاِنَّا لَذَاۤىِٕقُوْنَ
91. Maka pantas putusan (azab) Tuhan menimpa kita; pasti kita akan merasakan (azab itu).
-
فَاَغْوَيْنٰكُمْ اِنَّا كُنَّا غٰوِيْنَ
92. Maka kami telah menyesatkan kamu, sesungguhnya kami sendiri, orang-orang yang sesat.”
-
فَاِنَّهُمْ يَوْمَىِٕذٍ فِى الْعَذَابِ مُشْتَرِكُوْنَ
93. Maka sesungguhnya mereka pada hari itu bersama-sama merasakan azab.
-
اِنَّا كَذٰلِكَ نَفْعَلُ بِالْمُجْرِمِيْنَ
94. Sungguh, demikianlah Kami memperlakukan terhadap orang-orang yang berbuat dosa.
-
اِنَّهُمْ كَانُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَهُمْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ يَسْتَكْبِرُوْنَ ۙ
95. Sungguh, dahulu apabila dikatakan kepada mereka, “La ilaha illallah” (Tidak ada tuhan selain Allah), mereka menyombongkan diri,
-
وَيَقُوْلُوْنَ اَىِٕنَّا لَتَارِكُوْٓا اٰلِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَّجْنُوْنٍ ۗ
96. dan mereka berkata, “Apakah kami harus meninggalkan sesembahan kami karena seorang penyair gila?”
-
بَلْ جَاۤءَ بِالْحَقِّ وَصَدَّقَ الْمُرْسَلِيْنَ
97. Padahal dia (Muhammad) datang dengan membawa kebenaran dan membenarkan rasul-rasul (sebelumnya).
-
اِنَّكُمْ لَذَاۤىِٕقُوا الْعَذَابِ الْاَلِيْمِ ۚ
98. Sungguh, kamu pasti akan merasakan azab yang pedih.
-
وَمَا تُجْزَوْنَ اِلَّا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَۙ
99. Dan kamu tidak diberi balasan melainkan terhadap apa yang telah kamu kerjakan,
-
اِلَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ
100. tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa),
-
اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ رِزْقٌ مَّعْلُوْمٌۙ
101. mereka itu memperoleh rezeki yang sudah ditentukan,
-
فَوَاكِهُ ۚوَهُمْ مُّكْرَمُوْنَۙ
102. (yaitu) buah-buahan. Dan mereka orang yang dimuliakan,
-
فِيْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِۙ
103. di dalam surga-surga yang penuh kenikmatan,
-
عَلٰى سُرُرٍ مُّتَقٰبِلِيْنَ
104. (mereka duduk) berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.
-
يُطَافُ عَلَيْهِمْ بِكَأْسٍ مِّنْ مَّعِيْنٍۢ ۙ
105. Kepada mereka diedarkan gelas (yang berisi air) dari mata air (surga),
-
بَيْضَاۤءَ لَذَّةٍ لِّلشّٰرِبِيْنَۚ
106. (warnanya) putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum.
-
لَا فِيْهَا غَوْلٌ وَّلَا هُمْ عَنْهَا يُنْزَفُوْنَ
107. Tidak ada di dalamnya (unsur) yang memabukkan dan mereka tidak mabuk karenanya.
-
وَعِنْدَهُمْ قٰصِرٰتُ الطَّرْفِ عِيْنٌ ۙ
108. Dan di sisi mereka ada (bidadari-bidadari) yang bermata indah, dan membatasi pandangannya,
-
كَاَنَّهُنَّ بَيْضٌ مَّكْنُوْنٌ
109. seakan-akan mereka adalah telur yang tersimpan dengan baik.
-
فَاَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلٰى بَعْضٍ يَّتَسَاۤءَلُوْنَ
110. Lalu mereka berhadap-hadapan satu sama lain sambil bercakap-cakap.
-
قَالَ قَاۤىِٕلٌ مِّنْهُمْ اِنِّيْ كَانَ لِيْ قَرِيْنٌۙ
111. Berkatalah salah seorang di antara mereka, “Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) pernah mempunyai seorang teman,
-
يَّقُوْلُ اَىِٕنَّكَ لَمِنَ الْمُصَدِّقِيْنَ
112. yang berkata, “Apakah sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang membenarkan (hari berbangkit)?
-
ءَاِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَّعِظَامًا ءَاِنَّا لَمَدِيْنُوْنَ
113. Apabila kita telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kita benar-benar (akan dibangkitkan) untuk diberi pembalasan?”
-
قَالَ هَلْ اَنْتُمْ مُّطَّلِعُوْنَ
114. Dia berkata, “Maukah kamu meninjau (temanku itu)?”
-
فَاطَّلَعَ فَرَاٰهُ فِيْ سَوَاۤءِ الْجَحِيْمِ
115. Maka dia meninjaunya, lalu dia melihat (teman)nya itu di tengah-tengah neraka yang menyala-nyala.
-
قَالَ تَاللّٰهِ اِنْ كِدْتَّ لَتُرْدِيْنِ ۙ
116. Dia berkata, “Demi Allah, engkau hampir saja mencelakakanku,
-
وَلَوْلَا نِعْمَةُ رَبِّيْ لَكُنْتُ مِنَ الْمُحْضَرِيْنَ
117. dan sekiranya bukan karena nikmat Tuhanku pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret (ke neraka).”
-
اَفَمَا نَحْنُ بِمَيِّتِيْنَۙ
118. Maka apakah kita tidak akan mati?
-
اِلَّا مَوْتَتَنَا الْاُوْلٰى وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِيْنَ
119. Kecuali kematian kita yang pertama saja (di dunia), dan kita tidak akan diazab (di akhirat ini)?”
-
اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ
120. Sungguh, ini benar-benar kemenangan yang agung.
-
لِمِثْلِ هٰذَا فَلْيَعْمَلِ الْعٰمِلُوْنَ
121. Untuk (kemenangan) serupa ini, hendaklah beramal orang-orang yang mampu beramal.
-
اَذٰلِكَ خَيْرٌ نُّزُلًا اَمْ شَجَرَةُ الزَّقُّوْمِ
122. Apakah (makanan surga) itu hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqqum.
-
اِنَّا جَعَلْنٰهَا فِتْنَةً لِّلظّٰلِمِيْنَ
123. Sungguh, Kami menjadikannya (pohon zaqqum itu) sebagai azab bagi orang-orang zalim.
-
اِنَّهَا شَجَرَةٌ تَخْرُجُ فِيْٓ اَصْلِ الْجَحِيْمِۙ
124. Sungguh, itu adalah pohon yang keluar dari dasar neraka Jahim,
-
طَلْعُهَا كَاَنَّهٗ رُءُوْسُ الشَّيٰطِيْنِ
125. Mayangnya seperti kepala-kepala setan.
-
فَاِنَّهُمْ لَاٰكِلُوْنَ مِنْهَا فَمَالِـُٔوْنَ مِنْهَا الْبُطُوْنَۗ
126. Maka sungguh, mereka benar-benar memakan sebagian darinya (buah pohon itu), dan mereka memenuhi perutnya dengan buahnya (zaqqum).
-
ثُمَّ اِنَّ لَهُمْ عَلَيْهَا لَشَوْبًا مِّنْ حَمِيْمٍۚ
127. Kemudian sungguh, setelah makan (buah zaqqum) mereka mendapat minuman yang dicampur dengan air yang sangat panas.
-
ثُمَّ اِنَّ مَرْجِعَهُمْ لَاِلَى الْجَحِيْمِ
128. Kemudian pasti tempat kembali mereka ke neraka Jahim.
-
اِنَّهُمْ اَلْفَوْا اٰبَاۤءَهُمْ ضَاۤلِّيْنَۙ
129. Sesungguhnya mereka mendapati nenek moyang mereka dalam keadaan sesat,
-
فَهُمْ عَلٰٓى اٰثٰرِهِمْ يُهْرَعُوْنَ
130. lalu mereka tergesa-gesa mengikuti jejak (nenek moyang) mereka.
-
وَلَقَدْ ضَلَّ قَبْلَهُمْ اَكْثَرُ الْاَوَّلِيْنَۙ
131. Dan sungguh, sebelum mereka (Suku Quraisy), telah sesat sebagian besar dari orang-orang yang dahulu,
-
وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا فِيْهِمْ مُّنْذِرِيْنَ
132. dan sungguh, Kami telah mengutus (rasul) pemberi peringatan di kalangan mereka.
-
فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُنْذَرِيْنَۙ
133. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu,
-
اِلَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ ࣖ
134. kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan (dari dosa).
-
وَلَقَدْ نَادٰىنَا نُوْحٌ فَلَنِعْمَ الْمُجِيْبُوْنَۖ
135. Dan sungguh, Nuh telah berdoa kepada Kami, maka sungguh, Kamilah sebaik-baik yang memperkenankan doa.
-
وَنَجَّيْنٰهُ وَاَهْلَهٗ مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيْمِۖ
136. Kami telah menyelamatkan dia dan pengikutnya dari bencana yang besar.
-
وَجَعَلْنَا ذُرِّيَّتَهٗ هُمُ الْبٰقِيْنَ
137. Dan Kami jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan.
-
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى الْاٰخِرِيْنَ ۖ
138. Dan Kami abadikan untuk Nuh (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian;
-
سَلٰمٌ عَلٰى نُوْحٍ فِى الْعٰلَمِيْنَ
139. ”Kesejahteraan (Kami limpahkan) atas Nuh di seluruh alam.”
-
اِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ
140. Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
-
اِنَّهٗ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ
141. Sungguh, dia termasuk di antara hamba-hamba Kami yang beriman.
-
ثُمَّ اَغْرَقْنَا الْاٰخَرِيْنَ
142. Kemudian Kami tenggelamkan yang lain.
-
وَاِنَّ مِنْ شِيْعَتِهٖ لَاِبْرٰهِيْمَ ۘ
143. Dan sungguh, Ibrahim termasuk golongannya (Nuh).
-
اِذْ جَاۤءَ رَبَّهٗ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۙ
144. (Ingatlah) ketika dia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci,
-
اِذْ قَالَ لِاَبِيْهِ وَقَوْمِهٖ مَاذَا تَعْبُدُوْنَ ۚ
145. (ingatlah) ketika dia berkata kepada ayahnya dan kaumnya, “Apakah yang kamu sembah itu?
-
اَىِٕفْكًا اٰلِهَةً دُوْنَ اللّٰهِ تُرِيْدُوْنَۗ
146. Apakah kamu menghendaki kebohongan dengan sesembahan selain Allah itu?
-
فَمَا ظَنُّكُمْ بِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
147. Maka bagaimana anggapanmu terhadap Tuhan seluruh alam?”
-
فَنَظَرَ نَظْرَةً فِى النُّجُوْمِۙ
148. Lalu dia memandang sekilas ke bintang-bintang,
-
فَقَالَ اِنِّيْ سَقِيْمٌ
149. kemudian dia (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya aku sakit.”
-
فَتَوَلَّوْا عَنْهُ مُدْبِرِيْنَ
150. Lalu mereka berpaling dari dia dan pergi meninggalkannya.
-
فَرَاغَ اِلٰٓى اٰلِهَتِهِمْ فَقَالَ اَلَا تَأْكُلُوْنَۚ
151. Kemudian dia (Ibrahim) pergi dengan diam-diam kepada berhala-berhala mereka; lalu dia berkata, “Mengapa kamu tidak makan?
-
مَا لَكُمْ لَا تَنْطِقُوْنَ
152. Mengapa kamu tidak menjawab?”
-
فَرَاغَ عَلَيْهِمْ ضَرْبًا ۢبِالْيَمِيْنِ
153. Lalu dihadapinya (berhala-berhala) itu sambil memukulnya dengan tangan kanannya.
-
فَاَقْبَلُوْٓا اِلَيْهِ يَزِفُّوْنَ
154. Kemudian mereka (kaumnya) datang bergegas kepadanya.
-
قَالَ اَتَعْبُدُوْنَ مَا تَنْحِتُوْنَۙ
155. Dia (Ibrahim) berkata, “Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu?
-
وَاللّٰهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُوْنَ
156. Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu.”
-
قَالُوا ابْنُوْا لَهٗ بُنْيَانًا فَاَلْقُوْهُ فِى الْجَحِيْمِ
157. Mereka berkata, “Buatlah bangunan (perapian) untuknya (membakar Ibrahim); lalu lemparkan dia ke dalam api yang menyala-nyala itu.”
-
فَاَرَادُوْا بِهٖ كَيْدًا فَجَعَلْنٰهُمُ الْاَسْفَلِيْنَ
158. Maka mereka bermaksud memperdayainya dengan (membakar)nya, (namun Allah menyelamatkannya), lalu Kami jadikan mereka orang-orang yang hina.
-
وَقَالَ اِنِّيْ ذَاهِبٌ اِلٰى رَبِّيْ سَيَهْدِيْنِ
159. Dan dia (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya aku harus pergi (menghadap) kepada Tuhanku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.
-
رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ
160. Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang saleh.”
Sumber: Kementrian Agama Republik Indonesia
SelanjutnyaAdvertisement
Doa Sesudah Sholat Fardhu yang Pendek, Amalan Baik Perbanyak Pahala
Niat Sholat Jamak Maghrib dan Isya, Lengkap dengan Rakaatnya
Bacaan Tawasul Singkat Arab Latin dan Artinya, Amalkan Setiap Hari
3 Zikir Penyembuh Segala Penyakit berdasarkan Quran dan Hadis
Doa Sesudah Makan dan Artinya, Umat Muslim Wajib Tahu
Sindiran Pedas Azab Ayah yang Tidak Menafkahi Anaknya
Doa Membasuh Muka dan Artinya, Mohon Kebaikan dan Keberkahan
Apakah Sholat Jumat Bisa Diganti Sholat Dzuhur? Ini Penjelasannya
Doa Setelah Mandi Wajib Pria, Lengkap Beserta Arti dan Tata Caranya
Niat Qodho Sholat Ashar dan Tata Caranya, Pahami Syarat dan Dasar Hukumnya
Bacaan Tawasul, Jenis, dan Manfaat Keutamaannya, Perlu Diketahui
5 Pertanyaan Tentang Agama Islam yang Sulit Dijawab, Ini Ulasannya