Yenny Wahid: Seorang kiai harus jaga kesuciannya, politik itu tanah becek
Merdeka.com - Direktur Wahid Institute Yenny Wahid menegaskan seorang kiai ulama harus menjaga kesucian jubahnya. Sedangkan, ia mengibaratkan politik seperti tanah becek. Jadi jika seorang kiai terjun ke politik maka kesuciannya akan dikotori oleh tanah becek.
"Bagi saya kiai itu jubahnya harus dijaga kesuciannya, namanya politik itu tanah becek. Kalau tanah becek bisa kena kotor, kiai harus dijaga kesuciannya supaya tidak kotor jubahnya, serahkan pada politisi saja," ujar Yenny saat ditemui di kediamannya Jalan Warung Sila, Ciganjur, Jakarta Selatan, Kamis (9/8).
Hal itulah yang membuatnya melarang kader NU untuk berpolitik praktis.
"Jadi kalau ada hingar bingar semacam ini anggap saja namanya dinamika menjelang pencalonan ya jadi ya wajar saja. Tapi dewan mustasyar itu sudah bertitahu bahwa tidak boleh ada rapat politik di PBNU," tegasnya.
"Dari dulu tidak boleh terlibat dengan politik, yang terjadi bahwa memang PBNU maupun PWNU masuk dalam kacah politik akan ada sanksi moral dalam masyarakat dan itu sudah kita lihat," sambungnya.
Meski demikian, Yenny menegaskan siapapun pilihan Joko Widodo untuk mendampinginya di Pilpres 2019, putri ke-4 Abdurrahman Wahid itu tetap akan mendukung.
"Kami siapapun yang dipilih Jokowi, mau dari NU, Airlangga, kami tetap dukung Jokowi dan koalisi yang terbentuk. Yang penting umat tidak terpecah dan terlibat dalam konflik." (mdk/rhm)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya