Wasekjen PAN Sindir Manuver PKB yang Orientasinya pada Kekuasaan

Senin, 22 Juli 2019 11:37 Reporter : Merdeka
Wasekjen PAN Sindir Manuver PKB yang Orientasinya pada Kekuasaan Saleh Partaonan Daulay. ©dpr.go.id

Merdeka.com - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional Saleh Partaonan Daulay menyerang balik pernyataan yang dilontarkan politisi Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB Maman Imanulhaq. Saleh Daulay meminta PKB tidak menyeret partai lain saat bermanuver demi mendapatkan jatah menteri di kabinet kedua Jokowi.

"Kalau mau dapat (kursi menteri) lebih banyak, silakan bermanuver sendiri. Tetapi, tolong jangan dikait-kaitkan kepada partai lain," kata Saleh di Jakarta, dilansir Antara, Senin (22/7).

Sebelumnya politisi PKB Maman Imanulhaq menyatakan partainya akan menolak apabila PAN ingin masuk dalam koalisi pemerintah. Menurut Maman, PAN tidak konsisten dalam berkoalisi.

Saleh menyayangkan pernyataan itu. Dia meminta PKB tidak mengurusi dapur partai lain. Lebih baik PKB mengevaluasi kinerja menterinya di kabinet saat ini.

"Urus partai sendiri saja lah. Sebelum mengajukan nama menteri lagi, cobalah dievaluasi juga kinerja menteri-menteri PKB dalam periode ini. Jangan sampai berambisi dapat banyak, sementara prestasi menteri yang ada pun hanya biasa-biasa saja. Itu lebih penting daripada mengurus partai lain," tegasnya.

Menurutnya, sangat tidak etis jika PKB menyangkutpautkan persoalan bagi-bagi kursi dengan sikap politik PAN. Dia menegaskan sampai sekarang PAN tidak menawarkan diri untuk bergabung ke pemerintah. Saleh menyindir PKB yang larut dalam euforia sehingga ingin mendapatkan kekuasaan lebih dari yang lain.

"PKB itu kan memang orientasinya hanya pada kekuasaan," kata dia.

Dia heran lantaran PKB meminta jatah 10 menteri kepada Presiden, di sisi lain selalu mengatakan bahwa masalah menteri adalah hak prerogatif Presiden. "Nada yang mereka sampaikan seperti mendikte," ujar dia.

Dia menduga, pernyataan politisi PKB itu sebagai gambaran keinginan untuk menutup pintu bergabungnya partai lain. Sehingga, kursi menteri bagi PKB tidak terbagi.

"Jelas arahnya, hanya persoalan kursi dan kekuasaan saja, tidak lebih," ujar Saleh.

Sebelumnya, Wasekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maman Imanulhaq menyindir gelagat Partai Amanat Nasional (PAN) yang ingin gabung ke pemerintah. Maman geram dengan sikap PAN yang tak konsisten.

"PKB itu adalah koalisi yang sangat-sangat konsisten, tidak pernah gabung di sana masuk tempat menteri di tengah jalan pindah lagi sekarang tiba-tiba mendekat lagi, kaya PAN lah saya bilang begitu," kata Maman dalam diskusi di D'Consulate, Jl Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (20/7).

Maman menyebut, ada beberapa partai yang sebaiknya tidak masuk koalisi Jokowi dan kerjaannya cuma bikin recok. Sehingga, dari pada mengganggu koalisi, lebih baik partai tersebut tetap di luar pemerintahan.

"Misalnya PAN, PKS itu kan enggak jelas semua. Artinya ketika dia berkoalisi di dalam soal dedikasi loyalitas itu penting, oportunistik tidak selalu mengorbankan nilai moralitas," ujar Maman. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini