Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Warga Kampung Japat Pademangan: Gusur Ahok di putaran pertama

Warga Kampung Japat Pademangan: Gusur Ahok di putaran pertama warga kampung japat tolak Ahok. ©2016 Merdeka.com/yayu

Merdeka.com - Sebuah spanduk bertuliskan 'Gusur Ahok Di putaran Pertama' terpampang di Kampung Japat, RT 08 RW 01, Kelurahan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara. Spanduk itu dibuat karena warga merasa kecewa dengan kebijakan-kebijakan Ahok selama menjadi gubernur DKI.

Salah satu anggota Komunitas Anak Kali Ciliwung, Aeng menyatakan, selama ini Ahok tidak pernah berpihak pada kaum menengah ke bawah.

"Kelihatan jelas sekali Pak Ahok ingin menyingkirkan kami dari pinggiran ini, dia hanya mementingkan rakyat-rakyat yang ada di kota, tapi tidak mempedulikan kami. Tidak pernah ada ajakan untuk berunding dan mencari solusi, langsung kasih kebijakan saja," kata Aeng di lokasi, Minggu (23/10).

Aeng juga menyayangkan perihal Ahok menuding warga sekitar kali Ciliwung sebagai penyebab banjir karena buang sampah sembarangan. "Kita enggak pernah buang sampah ke kali. Kita sudah bikin bak-bak sampah dan kalau ada warga yang terlihat buang sampah ke kali, biasanya langsung kita tegur. Ya saling mengingatkan lah," ujarnya.

Aeng juga menyatakan, kebijakan Ahok yang dibuat untuk warga miskin selama ini hanyalah penghibur semata.

"Bantuan Langsung Tunai (BLT), Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan lain-lain itu hanyalah sekedar 'deodoran' untuk kami dari pemerintah. Sekedar penghilang bau saja tapi bukan obat yang sebenarnya," tandasnya.

Senada dengan Aeng, penanggungjawab di Kampung Japat, Harun juga mengungkapkan kekesalannya pada Ahok.

"Kami sempat mendengar isu rumah-rumah kami di sini akan digusur juga seperti 200 rumah yang digusur beberapa bulan lalu di kampung belakang. Makanya sampai saat ini kami selalu memperbaiki rumah kami, mengikisnya agar tak terlalu dekat dengan kali," katanya.

Harun menegaskan, penggusuran bukanlah jalan yang terbaik dan rumah susun bukanlah solusi dari penggusuran, harus dicari solusi lainnya.

"Banyak warga korban penggusuran yang pindah ke rusun tapi akhirnya keluar lagi karena gak mampu bayar sewa, lagian mereka semua kerjanya di sini, masa tinggalnya di sana (Rusun Marunda)," pungkasnya. (mdk/rnd)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP