Wapres Ma'ruf: Kantor Pemerintah Tidak Boleh Dipakai untuk Kepentingan Partai

Rabu, 4 Desember 2019 16:12 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Wapres Ma'ruf: Kantor Pemerintah Tidak Boleh Dipakai untuk Kepentingan Partai Wapres Maruf Amin. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menegaskan kantor pemerintah tidak boleh dipakai untuk kepentingan politik. Hal ini menyikapi pertemuan para tokoh Partai Golkar di Kantor Kementerian Kemaritiman dan Investasi pada Selasa (3/12).

Di Kantor Luhut B Panjaitan itu, terjadi pertemuan tertutup antara bakal calon Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Bambang Soesatyo (Bamsoet) dan Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie. Lobi-lobi selama 30 menit itu berujung keputusan Bamsoet mundur dari pencalonan bakal caketum Golkar.

"Ya sebenarnya, kalau untuk kepentingan partai tentu ya tidak menggunakan kantor pemerintah," kata Ma'ruf di Kantornya Jalan Merdeka Utara, Rabu (4/12).

Ma'ruf menyerahkan kepada Presiden Joko Widodo. Apakah akan menegur Luhut terkait penggunakan kantor kementerian untuk urusan Golkar. "Ya nanti Presiden saja," ungkap Ma'ruf.

1 dari 2 halaman

Pemerintah Tidak Intervensi Munas

Dia memastikan pemerintah tidak campur tangan dalam pertarungan Caketum Golkar. Menurutnya, hal tersebut adalah keputusan internal partai Golkar sendiri.

"Ya itu kan pemerintah tidak melakukan intervensi. Jadi kalau masalah partai ya diserahkan kepada partai. Bagaimana mereka menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi," ungkap Ma'ruf.

Terkait Luhut yang membawa pesan dari Presiden Jokowi, Ma'ruf pun menepisnya. Menurut dia, Luhut hanya sebagai anggota dari partai Golkar yang menyelesaikan masalah di internal partai.

"Pak Luhut itu mungkin sebagai orang golkar, jadi penyelesaiannya dari internal masing-masing partai politik," ungkap Ma'ruf.

2 dari 2 halaman

Bantahan Luhut

Saat dikonfirmasi perihal informasi tersebut, Luhut tegas membantah. Dia mengatakan, tidak ada perintah Istana dalam dinamika politik jelang pembukaan Munas Golkar.

"Enggak ada. Arahan kami saja untuk Golkar. Tidak ada yang menekan-nekan," jawab Luhut saat dikonfirmasi merdeka.com.

Luhut menceritakan lobi ini sudah terjadi sejak pertemuan DPD I dan DPD II Golkar pro Airlangga di Tangerang semalam.

"Kami ketemu kemarin malam, di Bumi Serpong Damai, kita ngobrol-ngobrol, ngomong-ngomong, terus akhirnya ketemu tadi. Terus janjian, kami sepakat ketemu tadi," tambah Luhut. [ray]

Baca juga:
Sekjen Klaim Sejumlah DPD Golkar Dukung Airlangga Jadi Capres 2024
Airlangga Curhat Suara Golkar Merosot Tajam Gara-gara Setnov Terjerat Korupsi
Akbar Tanjung Minta Airlangga Rangkul Kubu Bamsoet
Ical Sebut Bamsoet Mundur Caketum Buat Jaga Situasi Politik Nasional
Airlangga Sibuk Munas Golkar, Bagaimana Tugas Sebagai Menko Perekonomian?

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini