Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Waketum Gerindra sebut Jokowi sengsarakan rakyat, timses ajak debat pakai data

Waketum Gerindra sebut Jokowi sengsarakan rakyat, timses ajak debat pakai data Jokowi tinjau Bendungan Paselloreng. ©Liputan6.com/Maulandy Rizki Bayu Kencana

Merdeka.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK) Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding menanggapi pernyataan Waketum Gerindra Arief Poyuono yang menilai selama Presiden Joko Widodo memimpin membuat rakyat sengsara. Karding menilai pernyataan Arief tidak sesuai dengan fakta.

Dia mengatakan saat ini petani masih berjalan. Dan irigasi tetap dibangun. Tidak hanya itu menurut dia para petani juga mendapat bibit yang unggul.

"Ya mungkin sedang buta, ya kan petani sedang jalan. Jadi irigasi dibangun, bibit disampaikan. Nilai tukar jadi baik. Secara umum, infrastruktur dibangun. Pasar dikawal betul. Jadi enggak ada masalah," kata Karding di Posko Cemara, Jakarta Pusat, Senin (15/10).

Karding mengatakan, pernyataan Arief tidak sesuai dengan data. Dia meminta kepada pihak Gerindra agar mengkritik tidak menggunakan data.

"Jadi ini lagi buta tidak melihat keadaan sesungguhnya. Ini saya bilang enggak ada data, teman-teman di sana. Kadang-kadang menyampaikan kritik boleh, tetapi tidak dibangun atas kebijakan dan data," papar Karding.

Karding mengklaim saat ini indeks ketimpangan di Indonesia menurun. Dari 0,45 menjadi 0,9. Karena itu dia meminta pihak Arief untuk meninjau kembali dengan data.

"Dibilang kemiskinan meningkat, padahal faktanya satu digit. Dibilang indeks ketimpangan meningkat, faktanya DPS-nya turun 0,9 dari 0.45 jadi seluruh yang kita sampaikan ini dengan data. Kalau enggak kita berdebat, boleh, kita siap," tambah Karding.

Diketahui Waketum Gerindra, Arief Poyuono mempertanyakan prestasi Jokowi saat menjadi masyarakat biasa. Baginya, bisnis mebel Jokowi dulu bukan sebagai sesuatu yang dianggap memperhatikan rakyat.

"Nah kalau sekarang selama Pak Joko Widodo menjabat Presiden justru buat sengsara rakyat dengan mematikan para petani dengan impor beras besar besaran dan potensi ninggalin utang negara yang sangat besar bagi rakyat yang tidak sebanding dengan yang dinikmati oleh rakyat Indonesia," ujar Arief kepada merdeka.com, Jumat (12/10).

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP