Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Usung Djarot di Sumut, PDIP disarankan hindari pasangan 'pelangi'

Usung Djarot di Sumut, PDIP disarankan hindari pasangan 'pelangi' Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus. ©istimewa

Merdeka.com - PDIP resmi mengusung mantan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, sebagai bakal calon gubernur Sumut. Kandidat wakilnya belum disebutkan, namun bocoran dari Sekjen Hasto Kristiyanto merujuk pada sosok pengusaha Sihar Sitorus.

"Pecinta olahraga sepak bola yang luar biasa, tapi beliau juga punya rekam jejak pendidikan yang sangat baik, dan itulah yang nanti kami akan usung," kata Hasto di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta, Kamis (4/1).

Sihar merupakan putra mendiang DL Sitorus, pengusaha perkebunan di Sumut. Sosok 50 tahun ini juga pemilik klub sepak bola Pro Duta. Dia punya sederet catatan pendidikan di AS dan Inggris.

Hal lain yang menguatkan bocoran dari Hasto, foto Sihar berpelukan dengan Djarot telah beredar di media sosial. Keduanya mengenakan seragam PDIP.

Terkait kemungkinan Djarot dipasangkan dengan Sihar, pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Arifin Saleh Siregar, mengingatkan PDIP telah dua kali kalah mengusung pasangan 'pelangi' di Pilgub Sumut. Djarot dan Sihar merupakan pasangan pelangi (muslim dan non muslim).

"Menurut saya, pasangan pelangi harus dihindari. Berapa kali pilkada di Sumut, pasangan pelangi selalu kalah. PDIP jangan mengulangi hal yang sama," kata Arifin.

Dengan mengusung pasangan pelangi, dikhawatirkan menimbulkan sentimen agama dan memperkuat politik identitas. Apalagi, mau tidak mau, Djarot juga masih berkait dengan kasus Ahok.

Banyaknya suku Jawa di Sumut juga tidak jadi jaminan Djarot bakal mendapat banyak dukungan. "Politik kesukuan itu tidak laku di Sumut. Kalau itu laku, tentu di Langkat bupatinya bukan Ngogesa Sitepu yang orang Karo, karena di sana suku Jawa yang dominan. Begitu juga di Simalungun yang mayoritas Jawa, bupatinya justru JR Saragih. Jadi kesukuan itu memang tidak laku di Sumut," jelas Arifin.

Menurut Arifin, Sihar sebagai calon wakil gubernur masih sebatas sinyalemen. Jika sudah dipastikan, tentu Ketua DPP PDIP Megawati Soekarnoputri tentu sudah mengumumkannya bersama Djarot. "Kita tunggu saja. Apapun masih bisa terjadi," katanya.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP