Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Unggul di survei, Khofifah sebut gabungnya Rhoma Irama memperkuat dukungan

Unggul di survei, Khofifah sebut gabungnya Rhoma Irama memperkuat dukungan Deklarasi Fans Rhoma Irama dukung Khofifah Emil. ©2018 Merdeka.com/moch andriansyah

Merdeka.com - Hasil survei Litbang Kompas menyebut elektabilitas pasangan calon (Paslon) urut 1, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak sudah menyalip kompetitornya, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soakarno. Meski tipis, elektabilitas Khofifah-Emil unggul 0,5 persen (44,5 persen) dari Gus Ipul-Puti yang hanya memperoleh 44,0 persen.

Menanggapi hasil survei pada 19 Februari hingga 4 Maret 2018 dengan jumlah responden 800 orang yang dirilis Litbang Kompas hari ini, Senin (12/3), Khofifah berharap respon masyarakat makin kuat. Terlebih, dengan adanya tambahan kekuatan dukungan baru dari Fans for Rhoma and Soneta (Forsa) Jawa Timur yang dideklarasikan hari ini.

"Hari ini Forsa ikrar. Insya Allah hasil dari sinergitas makin menyolidkan bukan menyulidkan ya. Karena kan undecided voters di Jatim juga masih cukup tinggi. Mudah-mudahan seluruh elemen Forsa di Jatim juga resonansi dan gravitasi seorang Pak Haji Rhoma Irama di Jatim, mudah-mudahan ini menjadi penguatan ikhtiar selama ini," ungkap Khofifah usai deklarasi Forsa Jawa Timur di Hotel Novotel Surabaya.

Keyakinan Khofifah atas dukungan Rhoma Irama dan Forsa bukan tanpa alasan. Mantan Menteri Sosial ini mencontohkan, saat Rhoma mendukung salah satu partai –tanpa menyebut nama Parpolnya— di Pemilu 2014 lalu, partai tersebut mendapat kemenangan signifikan.

"Saya menyampaikan terima kasih, mohon semua ihktiar ini bisa berseiring dengan Forsa di seluruh Jatim, di kabupaten, bahkan di desa-desa. Kami melihat bahwa lonjakan suara partai yang kemarin (2014), partai yang kemarin didukung Bang Haji luar biasa karena gerakan Forsa yang masif di Jatim pada tahun 2014 kemarin," katanya.

Mudah-mudahan, lanjutnya, "Saya tidak menyebut nama partainya, tapi bahwa itu sangat signifikan, dan mudah-mudahan signifikansi itu akan terbawa pada ikhtiar kita membangun dan mewujudkan kemuliaan masyarakat Jatim, dan kami ingin menjadi bagian dari yang berproses itu, saya Khofifah dan Mas Emil jika diizinkan," tandas ketua umum PP Muslimat NU.

Di tempat sama, Emil juga terlihat sumringah mendengar hasil survei Litbang Kompas ini. Kabar bagus inipun akan menjadi motivasi Paslon urut 1 untuk lebih aktif menyapa masyarakat. "Saya rasa ini menjadi satu dorongan untuk lebih aktif lagi, lebih giat lagi, dan terus melanjutkan apa yang sudah kita bangun dalam bersilaturahmi kepada masyarakat," kata suami artis Arumi Bachsin ini.

"Saya rasakan, begitu ke daerah hari ini, respon masyarakat sudah sangat baik, dan saya rasa ini bagian dari proses untuk (masyarakat) bukan hanya kenal, tapi menjadi suka dan kemudian memilih," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, survei Litbang Kompas menempatkan elektabilitas Khofifah-Emil di level 44,5 persen, menyalip pesaingnya, Gus Ipul-Puti dengan 44,0 persen.

Dalam survei itu juga ada 11,5 persen yang belum menentukan pilihan. Survei itu juga mengukur pemilih loyal masing-masing pasangan. 53,1 persen pemilih Khofifah-Emil tidak akan berubah pilihan, 38,3 persen bisa berubah pilihan, dan 8,6 persen tidak menjawab atau rahasia.

Sementara, pemilih Gus Ipul-Puti 56,6 persen tidak akan berubah pikiran, 37,0 persen bisa berubah pilihan, dan 6,4 persen tidak menjawab atau rahasia.

Pilihan responden berdasarkan wilayah, pasangan Khofifah-Emil berhasil mengungguli Gus Ipul-Puti di empat wilayah, dari jumlah keseluruhan enam wilayah. Di Mataraman Pesisir (Bojonegoro, Lamongan, Tuban) Khofifah-Emil meraih 54,1 persen dan Gus Ipul-Puti 44,6 persen.

Di Mataraman (Pacitan, Madiun, Magetan, Ponorogo, Trenggalek, Nganjuk, Kediri, Ngawi, Blitar, Tulungagung), Khofifah-Emil meraih 47,2 persen dan Gus Ipul-Puti 42,6 persen. Di Madura (Bangkalan, Pamekasan, Sampang, Sumenep) Khofifah-Emil meraih 50,7 persen dan Gus Ipul-Puti 40,0 persen; di Osing (Banyuwangi) Khofifah-Emil meraih 53,1 persen dan Gus Ipul-Puti 40,6 persen.

Sementara pasangan Gus Ipul-Puti berhasil unggul dari Khofifah di dua wilayah. Dua wilayah itu yakni Arek (Gresik, Surabaya, Malang, Mojokerto, Jombang, dan Sidoarjo) Gus Ipul-Puti meraih 44,1 persen dan Khofifah Emil 37,4 persen; di Pandalungan (Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, Jember, Lumajang) Gus Ipul-Puti meraih 48,0 persen dan Khofifah-Emil 44,1 persen.

Survei dilakukan 19 Februari hingga 4 Maret 2018. Jumlah responden yakni 800 responden.

Responden dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan proporsional bertingkat dan diwawancara secara tatap muka. Margin of error sebesar +- 3,46 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Peneliti Litbang Kompas, Yohan Wahyu mengatakan, dengan memperhitungkan toleransi kesalahan pengambilan sampel penelitian (sampling error) sebesar kurang lebih 3,46 persen, selisih perolehan suara sebesar setengah persen belum cukup untuk menyimpulkan pasangan mana yang lebih unggul.

"Kedua pasangan punya peluang dan kesempatan yang sama untuk mendulang dukungan pemilih menjelang pemungutan suara 27 Juni," katanya. (mdk/bal)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP