Tolak Penundaan Pemilu, Hary Tanoe: Kapan Partai Perindo Duduk di Parlemen?
Merdeka.com - Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo menolak wacana perpanjangan masa jabatan Presiden atau penundaan Pemilu 2024. Hal ini disampaikan Hary Tanoe saat hadir di Muskerwil DPW Partai Perindo DIY, Sabtu (26/3).
Hary Tanoe membeberkan jika terjadi perpanjangan masa jabatan presiden atau penundaan Pemilu, maka akan menimbulkan masalah kompleks. Termasuk di antaranya harus mengubah konstitusi.
Hary Tanoe menuturkan bahwa maksimal dua periode masa jabatan presiden dan wakil presiden dirasa sudahlah pas dan baik.
"Penundaan (Pemilu), Partai Perindo tidak setuju. Jelas dong (alasannya), itu ada di konstitusi. Saat ini belum saatnya mengubah konstitusi. Dua periode masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden sudah cukup baik," kata Hary Tanoe.
Hary Tanoe menambahkan masalah terjadi jika penundaan Pemilu yaitu berkaitan dengan masa jabatan Gubernur, Bupati, Walikota hingga anggota DPR RI maupun DPRD.
"Masalahnya kompleks. Kalau mau ada penundaan bagaimana dengan (masa jabatan) Gubernur. Bagaimana dengan DPR. Bagaimana dengan Wali Kota. Terus kapan, Partai Perindo duduk di parlemen?" ungkap Hary Tanoe.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya