TKN Tantang BPN Tak Hanya Klaim Kemenangan Prabowo Tapi Buka Dapur Penghitungan Suara

Minggu, 21 April 2019 11:28 Reporter : Merdeka
TKN Tantang BPN Tak Hanya Klaim Kemenangan Prabowo Tapi Buka Dapur Penghitungan Suara prabowo kumpul bareng sekjen parpol koalisi. ©2019 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi- Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto menantang Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo- Sandiaga Uno untuk membuka dapur penghitungan suara yang menyatakan kemenangan pasangan capres-cawapres nomor urut 02.

Hasto menjelaskan, gambaran perolehan suara baik melalui exit poll, quick count, maupun real count secara konsisten menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda. Dari situ dia mengajak semua pihak untuk meyakini bahwa konsistensi berbagai metode hitung kian menegaskan quick count menjadi instrumen kontrol perolehan hasil akhir.

"Saat ini masih ada upaya untuk melakukan delegitimasi terhadap penyelenggara pemilu. Para elit politik sebaiknya ikut menjaga suasana kondusif. Klaim terhadap hasil perolehan suara boleh saja, namun harus disertai data, dan keberanian untuk menampilkan dapur pusat perhitungannya," ungkap Hasto, Minggu (21/4).

Hasto menegaskan, partainya, sudah menunjukkan di depan publik soal sistem penghitungan suara, kamar hitung, dan infrastruktur sistem penghitungan. Menurutnya ini sebagai bagian dari transparansi dan akuntabilitas publik.

"BPN dan Partai Gerindra hingga saat ini belum menunjukkan hal itu," singgung Hasto.

Dia melanjutkan, berdasarkan rekapitulasi secara berjenjang yang dilakukan dengan menyamakan dokumen C1, pihaknya semakin yakin pasangan calon nomor urut 01 menang.

"Dengan total data C1 yang masuk sebanyak 119.141, dan dengan basis itu, dibobot berdasarkan proporsi pemilihnya maka hasil akhirnya, Jokowi-Amin 56,74 persen dan Prabowo - Sandi 43,26 persen," tegas Hasto.

Sekjen PDIP ini juga menambahkan, hasil yang diperoleh pasangan capres-cawapres berbanding lurus dengan capaian suara partainya. "Demikian halnya PDI Perjuangan, hasil sementara berkisar dari 21,3 persen sampai 22,8 persen di tingkat nasional," tambah Hasto.

Menurutnya, yang tercermin dari kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin dan PDIP, menunjukkan bahwa kekuatan nurani rakyatlah yang terbukti hadir sebagai benteng politik putih, politik kebenaran

"Artinya suara rakyat mengekspresikan kebenaran dalam politik. Berbagai jurus fitnah, hoaks dan bicara tidak santun, tidak diterima oleh publik. Pemilu pada dasarnya adalah cermin kehendak rakyat yang didasari oleh kehendak baik," tutupnya.

Untuk diketahui, Capres-Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo- Ma'ruf Amin sampai saat ini masih unggul atas Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto- Sandiaga Uno. Hal ini berdasarkan real count yang dimuat dalam Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU), Minggu (21/4) pagi.

Berdasarkan situs resmi pemilu2019.kpu.go.id pada Minggu (21/4) pukul 10.00 WIB, suara real count yang masuk baru 8,26 persen atau baru memuat 67.214 dari 813.350 total Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dibuat oleh KPU.

Dari data yang terkumpul sementara, Jokowi-Ma'ruf unggul dengan perolehan 54,29 persen suara atau 6.976.119 suara. Sementara itu, pasangan Prabowo-Sandi meraih 45,71 persen atau sebanyak 5.874.294 suara.

Reporter: Putu Merta Surya Putra [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini