TKN Jokowi Nilai Isi Tabloid Indonesia Barokah Tak Sudutkan Prabowo

Kamis, 24 Januari 2019 18:51 Reporter : Ahda Bayhaqi
TKN Jokowi Nilai Isi Tabloid Indonesia Barokah Tak Sudutkan Prabowo Tabloid Indonesia Barokah. ©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily mengatakan kubu Prabowo Subianto tak perlu khawatir dengan muatan Tabloid Indonesia Barokah. Karena menurutnya tidak mengandung unsur kebencian dan kebohongan. Bawaslu Kabupaten Blora juga mengamini hal tersebut.

Ace kembali menegaskan, Tabloid Indonesia Barokah bukan bagian kampanye mereka. Pihaknya selalu mengimbau untuk mengkampanyekan secara positif pemerintahan Jokowi.

"Kalau dikatakan itu menyerang dan menyudutkan Pak Prabowo itu sama sekali tidak benar, karena isi tabloid yang bicarakan Prabowo cuma dua berita dari 10 berita. Itu pun yang tentang dugaan kubu sebelah yang dikatakan mirip menggunakan strategi bohong, itu pun mengutip pernyataan tokoh di berita online. Jadi bukan hoaks tetapi fakta," kata Ace dalam keterangan pers, Kamis (24/1).

Ace menjelaskan, konten dalam tabloid tersebut justru mengajak masyarakat tidak menyebar hoaks. Misalnya, peringatan soal Obor Rakyat yang menyebar hoaks. Juga isi tabloid itu menceritakan sejarah Islam di dunia sampai mengingatkan soal tafsir.

"Saya melihat justru mengajak masyarakat hati-hati tidak percaya dan menyebar berita hoaks, apalagi untuk kepentingan politik," jelasnya.

Sementara, Direktur Komunikasi Politik TKN Jokowi-Ma'ruf, Usman Kansong mengaku sudah mengontak timses daerah soal keberadaan tabloid itu. Pihaknya belum menerima secara fisik. Dia juga membantah bukan TKN yang membuat.

Usman mendukung tabloid itu dilaporkan ke Bawaslu atau polisi. Namun, perlu diselidiki apakah tabloid bagian dari kampanye hitam. Sebab, jika masih tergolong kampanye negatif hal itu masih dibenarkan.

"Nah intinya begini. Kita setuju saja bahkan kita dorong ini dilaporkan ke pihak berwenang. Apakah Bawaslu. Kalau dia pidana pemilu melalui Bawaslu dulu. Atau pidana umum ke polisi. Begitu kan. Kalau tabloid itu melanggar hukum misalkan menyebarkan hoaks, kita dorong lah itu untuk diperiksa. Diselidiki, dilaporkan," kata Usman. [eko]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini