Timses minta jangan kebijakan negara dituduh kepentingan politik Jokowi
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggratiskan tol Surabaya-Madura (Surabaya) mulai Sabtu (28/10) kemarin. Jokowi membantah memanfaatkan momentum ini untuk mendulang suara masyarakat Madura untuk Pilpres 2019.
Anggota Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, M Romahurmuziy mengatakan apapun yang pemerintah lakukan bakal dituding pencitraan. Dia menilai apa yang dilakukan Jokowi membebaskan tarif tol untuk menggerakkan ekonomi masyarakat Madura yang cenderung stagnan meski sudah ada Tol Suramadu.
"Karena itu pemerintah lakukan terobosan barangkali hari ini yang menjadi persoalan adalah masih dikenakannya tarif di Tol Suramadu itu, sehingga dia tak lagi dijadikan tol berbayar tetapi tol tidak berbayar," jelas Ketum PPP itu di sela Rakernas TKN Jokowi-Ma'ruf di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (28/10).
Terpisah, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding menilai mengapa Jokowi menegaskan penggratisan Tol Suramadu itu bukan politis karena apa-apa pemerintah kerjakan selalu dituding demikian.
Politisi PKB itu mengatakan Jokowi ingin mengingatkan kepada masyarakat bahwa, pemerintah bekerja di tahun politik ini bukan demi kepentingan elektoral.
"Jadi itu saya kira untuk menjelaskan ke publik bahwa di era pilpres ini jangan semua kebijakan negara dituduh politik, karena kalau semua kebijakan negara dibilang politik nanti kita stuck enggal ada kebijakan yang keluar," pungkasnya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya