Timses jawab kritikan Jokowi bagi-bagi sepeda: Kalau boleh, jangan dilarang

Jumat, 28 September 2018 17:22 Reporter : Ahda Bayhaqi
Timses jawab kritikan Jokowi bagi-bagi sepeda: Kalau boleh, jangan dilarang Sepeda dari Presiden Jokowi untuk Joni. ©2018 Merdeka.com/Ananias Petrus

Merdeka.com - Wakil Ketua Koalisi Indonesia Kerja Abdul Kadir Karding menuturkan aksi Presiden Joko Widodo kembali membagi-bagikan sepeda ke warga merupakan hal yang wajar. Itu sudah menjadi gaya kepemimpinan capres nomor urut 01 itu.

"Kalau Pak Jokowi tradisinya memang dari dulu, jadi itu tradisi kepemimpinan beliau," kata Karding di Kompleks Parlemen, Jakarta Selatan, Jumat (28/9).

Sekretaris Jenderal PKB itu mengatakan soal boleh tidaknya menjadi urusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Kalau dianggap tidak boleh, seharusnya lembaga penyelenggara pemilu itu langsung sampaikan larangannya kepada Jokowi.

"Kalau itu dianggap tidak boleh, disampaikan kepada Pak Presiden, 'pak itu tidak boleh, jangan'," kata Karding.

Namun, menurutnya, kalau aksi tersebut diperbolehkan tidak perlu dilarang-larang. Apalagi kubu Prabowo-Sandiaga sampai mendesak KPU dan Bawaslu.

"Tapi kalau boleh, jangan dilarang juga, dilarang karena hal-hal apalagi karena desakan dari paslon tertentu, enggak boleh," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali membagikan sepeda kepada masyarakat. Padahal sebelumnya, Jokowi berencana menyetop kebiasaannya itu. Alasannya karena masuk masa kampanye.

Jokowi membagikan sepeda di sela-sela penyerahan 4.000 sertifikat tanah kepada warga di Lapangan RRI, Depok, Jawa Barat, Kamis (27/9).

Seperti biasa, warga yang beruntung mendapatkan sepeda harus menjawab pertanyaan yang diberikan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta itu. [ray]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini