Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Timses duga intimidasi di TPS bikin suara Ahok-Djarot jeblok

Timses duga intimidasi di TPS bikin suara Ahok-Djarot jeblok Penghitungan suara di TPS 23 Petamburan. ©2017 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Sejumlah lembaga survei telah merilis hasil hitung cepat putaran kedua Pilgub DKI Jakarta. Hasilnya, pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno mengungguli pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

Ketua Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Prasetyo Edi Marsudi menduga ada praktik intimidasi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang membuat perolehan suara jagoannya kalah jauh dibanding Anies-Sandiaga.

"Ada suatu pemikiran saya indikasinya adalah di tiap TPS ada intimidasi. Tapi ya masyarakat sudah memilih dan semesteran quick count sudah menghasilkan ini tunggu dari hasil KPU DKI Jakarta saja," kata Prasetyo di Kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Menteng, Jakarta, Rabu (19/4).

Ketua DPRD DKI Jakarta ini belum bisa memastikan apakah tim pemenangan dan partai pendukung Ahok-Djarot akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) atas kekalahan mereka di Pilgub DKI Jakarta.

"Lihat nanti masih dalam komunikasi," tegasnya.

Megawati memanggil Prasetyo, Ahok, Djarot dan Sekjen PDIP ke kediamannya untuk mengevaluasi kinerja tim pemenangan selama putaran kedua. Prasetyo menyebut pembicaraan dilakukan sambil santap malam.

Namun, Ahok dan Djarot terlihat pulang lebih dulu dari rumah Megawati. Prasetyo mengungkapkan, Ahok akan menjemput Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence di Bandara Halim Perdanakusuma. Sementara, Djarot kembali ke Hotel Pullman.

"Pak Ahok mau menjemput wakil apa gitu, Di Halim Perdanakusuma," ucap dia.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP