Tifatul Sembiring Sebut PKS Partai Islam, Gerindra Nasionalis Sekuler

Minggu, 20 Januari 2019 16:41 Reporter : Tim Merdeka
Tifatul Sembiring Sebut PKS Partai Islam, Gerindra Nasionalis Sekuler Tifatul Sembiring. Merdeka.com / Dwi Narwoko

Merdeka.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) optimistis bisa meraih suara 12 persen pada pemilu 2019 dengan perolehan 70 kursi untuk DPR RI. Menurutnya hanya ada dua partai kader di Indonesia, PDI Perjuangan dan PKS.

"Insya Allah PKS akan balik ke situ meraih 70 kursi apalagi di Indonesia partai kader cuma dua yaitu PDI Perjuangan dan PKS," kata Ketua DPP PKS Tifatul Sembiring di Padang, Minggu pada rangkaian kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat.

Menurut mantan Presiden PKS tersebut kendati pemilu legislatif dan pilpres bersamaan dan efek ekor jas banyak diperoleh oleh PDI Perjuangan dan Gerindra tetapi PKS tergabung dalam salah satu koalisi.

Dia menilai Gerindra merupakan nasionalis sekuler sementara PKS merupakan partai Islam. Demikian dikutip Kantor Berita ANTARA, Minggu (20/1).

"Jadi kalau di PKS siapa pun yang ingin masuk harus melewati proses, tidak seperti partai lain yang ibarat naik angkot siapa yang bayar bisa langsung dibawa," kata mantan Presiden PKS ini.

Tifatul berharap pemilih Muslim akan memilih PKS. Pangsa pasar terbesar PKS selama ini.

Dia menyampaikan berdasarkan beragam prediksi terkait persoalan ini pada kenyataannya fakta di lapangan PDI Perjuangan kalah pada sejumlah pilkada serentak di 2017 dan 2018.

“Di DKI Jakarta, Sumatera Utara, Riau, Lampung , Sumatera Selatan PKS menang, dan ini fakta di lapangan loh," kata dia.

Tifatul mengatakan pihaknya juga akan melibatkan dan memberdayakan kepala daerah dari PKS untuk ikut berperan memenangkan PKS dalam pemilu 2019.

Pada pemilu 2014 Partai Keadilan Sejahtera memperoleh suara 8.480.204 atau 6,79 persen dengan perolehan 40 kursi di DPR atau berkurang 17 kursi dibanding pemilu 2009 yang saat itu memperoleh 57 kursi DPR. [ian]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini