Terancam isu SARA, Jokowi disarankan pilih Cawapres dari TNI

Sabtu, 3 Maret 2018 16:44 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Terancam isu SARA, Jokowi disarankan pilih Cawapres dari TNI Jokowi usai solat Jumat. ©2018 Merdeka.com/Titin Supriatin

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Puyono menyarankan agar Joko Widodo lebih baik memilih calon wakil presiden untuk maju di Pilpres 2019 berlatar belakang TNI. Dia menjelaskan, kriteria tersebut dapat melengkapi Jokowi untuk menguatkan keamanan salah satunya ancaman isu SARA.

"Kalau boleh saran, kita harus lihat sekarang. Jokowi harus bisa membuat stabilitas keamanan. Ancaman itu banyak di era dia. Seperti ancaman SARA. Bisa ngambil dari kader TNI," katanya di diskusi Kopi Politik dengan tema '2019, Jokowi dengan siapa? Di mata aktivis' di Jakarta Selatan, Sabtu (3/3).

"Kalau Pak Prabowo kan sudah TNI, jadi tidak usah diragukan," tambah dia.

Dia menegaskan, walaupun Ketua Umumnya yaitu Prabowo Subianto berlatar belakang TNI pihaknya tetap akan mengusung sebagai calon presiden. Dan akan mencari calon yang bisa menguatkan Prabowo.

"Tapi saya yakin Prabowo akan maju jadi Capres dan tidak akan bersama Jokowi," tegas Arief.

Diketahui sebelumnya, nama Gatot Nurmatyo sebagai sosok yang berlatar belakang TNI selalu disebut-sebut cocok bersanding dengan Jokowi. Dalam rilis survei Alvara Research Center sebanyak 61,9 persen responden menyatakan setuju bila Jokowi menggandeng Gatot Nurmantyo yang merupakan mantan Panglima TNI.

Survei tersebut dilakukan dengan metode multi-stage random sampling dengan margin of error sebesar 2 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. Survei melalui wawancara tatap muka pada dari tanggal 17 Januari hingga 7 Februari. Responden survei ini melibatkan 2.203 orang dengan 50.5 persen merupakan generasi milenial. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini