Tak tinggalkan partai, Dedi Mulyadi tegaskan tetap bersama kader Golkar

Selasa, 14 November 2017 19:22 Reporter : Bram Salam
Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku tidak memikirkan rekomendasi partainya yang memutuskan mengusung Wali Kota Bandung Ridwan Kamil berpasangan dengan Anggota DPR RI Daniel Muttaqien untuk bertarung di Pemilihan Jawa Barat 2018.

Pria yang lekat dengan peci hitam dan lambang Garuda itu memilih fokus menaikkan elektabilitas partai.

"Perjuangan kita sebagai kader masih jauh lebih kecil dibandingkan dengan perjuangan Bang Akbar Tandjung saat menjaga Partai Golkar dari ancaman pembubaran saat itu," ungkapnya dalam Diskusi bertajuk ‘Tanda Cinta dari Orang Desa untuk Partai Golongan Karya” di Kantor DPD Golkar Jawa Barat, Jalan Maskumambang, Bandung, Selasa (14/11).

Menurutnya, yang dibutuhkan partai saat ini adalah energi besar untuk mengkonsolidasikan diri menjelang berbagai kontestasi politik ke depan. Dedi mengaku tidak mengejar jabatan dan kekuasaan, melainkan mengamalkan doktrin karya dan kekaryaan yang menjadi ideologi dasar partai berlambang pohon beringin.

"Sejak kemarin banyak pernyataan berseliweran di media bahwa Dedi Mulyadi tidak akan meninggalkan Partai Golkar. Ya memang saya mau ke mana? Saya tetap bersama kader. Saya memahami keadaan yang ada, tetapi justru kondisi ini semakin menguatkan hubungan kader dengan saya. Ingat, politik bukan soal nama dalam daftar Pileg, bukan soal rekomendasi Bupati/Walikota dan Gubernur. Tetapi soal pengamalan doktrin karya dan kekaryaan," jelasnya.

Kunci kemenangan ada di kader partai

CEO PolMark Eep Saefullah Fatah memaparkan, selama ini Partai Golkar berhasil bertahan dan tumbuh murni atas kinerja kader arus bawah. Dalam konteks Jawa Barat, dia mengatakan, pemilih di Jawa Barat hanya bisa terpengaruh oleh tokoh dalam unit sosial terkecil, bukan konstelasi elit.

"Jangan kira Jakarta bisa mengatur kemenangan di Provinsi atau Kabupaten/Kota. Seluruh kemenangan itu hanya dapat terwujud atas kinerja kader arus bawah yang mengetuk pintu-pintu rumah para calon pemilih," ujarnya yang bertindak sebagai pembicara kunci dalam diskusi tersebut.

Seharusnya, kata Eep, keputusan yang diambil oleh elit di Jakarta linier dengan keinginan kader arus bawah yang sudah bekerja untuk partai.

"Jangan sampai sepucuk surat yang ditandatangani oleh elit di Jakarta berakibat kontraproduktif terhadap kemajuan partai," ucapnya disambut tepuk tangan kader Golkar Jawa Barat. [noe]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.