Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tak main-main dukung Khofifah-Emil, Golkar beri sanksi kader yang tak kerja

Tak main-main dukung Khofifah-Emil, Golkar beri sanksi kader yang tak kerja khofifah dan emil pakai baju golkar. ©2018 Merdeka.com/moch andriansyah

Merdeka.com - Tak main-main dengan dukungannya, Partai Golkar mulai menggerakkan seluruh kekuatannya di daerah-daerah untuk memenangkan pasangan calon (Paslon) urut 1, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak di Pilgub Jawa Timur 2018.

Saat menggelar Rapat Koordinasi Pemenangan Pilkada 2018 di kantor DPD Partai Golkar Jawa Timur, Jalan A Yani, Surabaya, Kamis (8/3) sore, Ketua Plt Golkar Jawa Timur Zainudin Amali bahkan sampai memberi warning kepada seluruh kadernya di Jawa Timur. Jika sampai ada kader yang tak ambil bagian dalam pemenangan, maka pencelegannya di Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 bisa terganjal.

"Ini yang saya sebut tolong diingat, dicatat. Kalau di tempatnya tidak bekerja laporkan ke Plt, khususnya yang di Jawa timur. Itu kalau sudah disebut terus di lapangan tidak bekerja ketua umum tinggal laporan, tunggu laporan dari Plt," tegas Zainudin usai menyebut satu persatu ketua tim pemenangan di Dapilnya masing-masing.

Peringatan Zainudin ini bukan tanpa alasan. Sebab, kemenangan di Pilgub Jawa Timur menjadi pertaruhan partainya secara nasional terkait kesuksesan Golkar di Pemilu 2019. "Maka kinerja seluruh kader akan menjadi catatan partai," ucapnya.

Dan terhitung sejak Rakor Partai Golkar Jawa Timur hari ini, sudah tidak ada lagi perselisihan atau pertanyaan di antara kader soal dukungan ke Khofifah-Emil. "Ini keputusan partai. Selama berada di barisan jajaran partai, maka aturan, petunjuk, dan perintah partai harus dijalankan," tegasnya lagi.

khofifah dan emil pakai baju golkar

khofifah dan emil pakai baju golkar ©2018 Merdeka.com/moch andriansyah

Rakor ini digelar, lanjutnya, memang untuk merumuskan langkah-langkah konkret dari Golkar sebagai wujud nyata dukungan terhadap pasangan Khofifah-Emil. Bagi para kader yang kurang berkenan dengan keputusan ini, tentu aturan partai berlaku. "Golkar adalah partai demokratis. Selama keputusan belum diambil, silahkan beda pendapat. Tapi jika sudah diputuskan, harus dijalankan," kata dia.

"Instruksi ketua umum kepada kami, Golkar harus berperan aktif yang tak hanya diwujudkan dalam pidato, tapi harus ada konsep dan rumusan yang jelas. Siapa melakukan apa, kapan saat bersama Cagub-Cawagub, Parpol pengusung serta bersama-sama dengan Muslimat NU," sambungnya.

Sekadar informasi, di Rakor Pemenangan Pilkada 2018 Partai Golkar Jawa Timur ini, selain dihadiri seluruh petinggi partai, baik DPP maupun DPD; juga dihadiri Ketua Umum DPP Golkar, Airlangga Hartarto; Korbid Kelembagaan Eksekutif Legislatif, Idrus Marham; hingga Bendahara Umum Robert Joppy Kardinal; serta seluruh ketua DPD dan fraksi tingkat kabupaten/kota.

Hadir pula Paslon urut 1, Khofifah dan Emil; Ketua Tim Pemenangan, M Roziqi; Juru Bicara KH Zahrul Azhar As’ad (Gus Hans); Ketua PW Muslimat NU; Nyai Masruroh Wahid; serta perwakilan Parpol pengusung di antaranya Partai Demokrat dan PPP.

Dalam Rakor kali ini, Ketua Umum DPP Partai Golkar juga berkesempatan menyematkan seragam kebesaran partai Beringin kepada Khofifah-Emil sebagai simbol dukungan.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP