Survei Polcomm: Muncul aspirasi Prabowo tak maju jadi capres di 2019
Merdeka.com - Political Communication Institute (Polcomm Institute) menyebut 20 persen dari 1.200 responden di 34 provinsi menilai Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tidak perlu maju lagi sebagai calon presiden di 2019. Sementara, 14,58 persen responden berpandangan Prabowo harus maju kembali menjadi calon presiden.
"Sebesar 20 persen menyatakan tidak perlu maju kembali," kata Direktur PolcoMM Institute di Hotel Alia, Cikini, Jakarta, Minggu (25/3).
Sebagai gantinya, menurut Heri, sebanyak 21,43 persen responden ingin Prabowo mengusung calon presiden dari kalangan profesional.
"Sisanya capres pengganti Prabowo ini berasal dari kalangan militer sebesar 19,54 persen, dari partai politik sebesar 14,29 persen dan tokoh agama sebesar 6,55 persen," ujarnya.
Merespons temuan tersebut, Anggota Majelis Kehormatan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra, Habiburokhman mengaku meragukan dalam survei dari Polcomm Institute.
Habiburokhman menganggap kejanggalan hasil survei itu terlihat dari tingginya elektabilitas Gerindra jika Pemilu Serentak dihelat hari ini. Gerindra menempati posisi kedua dengan elektabilitas sebesar 17,75 persen di bawah PDIP.
"Makanya tadi enggak masuk akal. Secara partai jadi nomor dua, tapi ada yang pingin Pak Prabowo tidak maju lagi. Gerindra ini image-nya Pak Prabowo. Kalau Gerindra naik, ya kan karena kerja Pak Prabowo," tegas dia.
Survei ini menggunakan metode multistage random sampling, dengan melibatkan 1,200 responden di 34 provinsi. Survei dilakukan dengan wawancara langsung secara tatap muka pada 18 Maret hingga 21 Maret 2018.
Adapun, tingkat kepercayaan dalam survei ini sebesar 95 persen. Kemudian, tingkat kesalahan atau margin of error sebesar 2,83 persen. (mdk/did)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya