Survei Charta Politika sebut suara PKB salip Demokrat
Merdeka.com - Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya mengungkapkan dalam survei nasional mengenai faktor-faktor pemilih ketika memilih partai politik dalam pemilu legislatif.
Menurut Yunarto, terlihat adanya coat-tail efek atau efek ekor jas yang membuat pemilih memilih partai tersebut karena dianggap merepresentasikan atau dianggap dekat dengan sosok seorang figur.
"Ternyata memang mulai terlihat coat-tail efek itu tadi. Ada memang berpengaruh dalam pileg," kata Yunarto Wijaya, di Es Teler 77, Jl Adityawarman, Jakarta Selatan, Senin (21/5).
Namun Yunarto mengatakan, terdapat hal menarik di mana elektabilitas Partai Keadilan Bangsa (PKB) berhasil menempati masuk empat besar menyalip Partai Demokrat.
Menurut dia, ini memperlihatkan adanya coat-tail efek terhadap PKB dari sosok Muhaimin Iskandar atau yang biasa disapa Cak Imin.
"Coat-tail efek berhasil muncul di PKB di Cak Imin. Demokrat tersalip sedikit," kata dia.
Meskipun begitu, Yunarto mengatakan, selain faktor Cak Imin, ada juga faktor-faktor kuat lainnya yang menjadi alasan menjadikan PKB menempati posisi keempat.
"Tapi juga karena adanya faktor sejarah NU dan Gus Dur masih menjadi faktor terbesar orang memilih PKB," ucap Yunarto.
Yunarto menuturkan, partai yang mendapatkan keuntungan efek itu saat ini merupakan partai yang paling dianggap dekat dengan sosok calon presiden sebagaimana yang responden itu pilih.
Karenanya dalam hasil survei, dua partai dengan elektabilitas terkuat adalah PDIP dan Partai Gerindra. Keduanya menempati posisi pertama dan kedua dengan masing-masing mendapatkan 24,9 persen dan 12,3 persen dengan masing-masing memiliki figur yang kuat pada calon presiden nanti.
"Selanjutnya, ada Partai Golkar dengan 11,3 persen, PKB 7 persen, partai Demokrat 5,4 persen dan partai-partai lainnya di bawah 5,0 persen," tutur Yunarto.
Survei dilakukan pada 13–19 April 2018 melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur.
Jumlah sampel sebanyak 2000 responden, yang tersebar di 34 Provinsi dengan metode acak bertingkat (multistage random sampling) serta margin of error sebesar +/- 2,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 %.
Reporter: Yunizafira PutriSumber: Liputan6.com
(mdk/rzk)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya