Surat Majelis Etik Golkar Bocor, Darul Siska Merasa Dipermalukan

Rabu, 7 Agustus 2019 18:45 Reporter : Sania Mashabi
Surat Majelis Etik Golkar Bocor, Darul Siska Merasa Dipermalukan darul siska golkar. ©2019 Merdeka.com/sania mashabi

Merdeka.com - Wakil Koorbid Kepartaian DPP Golkar Darul Siska merasa dipermalukan oleh Majelis Etik Partai Golkar. Hal itu, dikarenakan surat pemanggilannya terkait permintaan klarifikasi soal surat terbuka pada Wakil Ketua Dewan Kehormatan Akbar Tanjung dan Ketua Dewan Pakar Agung Laksono beredar di media massa.

"Saya yang surat panggilan saya diewer-ewer ke banyak orang itu bisa mengklarifikasi kepada teman-teman kalau saya dipermalukan orang saya dipanggil pribadi kok surat undangannya diewer-ewer kemana-mana," kata Darul di DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Jakarta, Rabu (7/8).

Darul menjelaskan, kedatangannya ke panggilan Majelis Etik hari ini (7/8) bukan karena percaya dengan kehadiran majelis tersebut. Sebab, kata dia, Majelis Etik tidak ada dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

"Karena Majelis Etik itu jadi perdebatan keberadaannya. Tidak diatur anggaran dasar, tidak diatur anggaran rumah tangga, kemudian karena itu keputusan pleno. Saya baca dengan teliti, keputusan yang dibuat oleh ketua umum dewan sekjen tidak meletakkan keputusan pleno itu sebagai konsideran jadi secara hukum sebetulnya mereka tidak mengakui adanya rapat pleno itu," ungkapnya.

Karena itu, Darul meminta agar Majelis Etik melegalkan kehadirannya dalam peraturan partai terlebih dahulu. Serta membuat konsep etik yang komprehensif.

"Majelis etik mestinya membuat konsep kode etik yang komprehensif, lengkap disahkan dalam rapimnas dibawa ke Munas untuk disahkan di Munas kemudian majelis etik itu dicantolkan dalam Ad/ART partai dengan demikian majelis etiknya mengatur etika," ucapnya.

Diketahui, Darul Siska memang mengirim surat terbuka pada Agung Laksono dan Akbar Tandjung. Dia keberatan dengan Akbar dan Agung yang belum jelas penyelenggaraan Munas, tapi sudah menyatakan dukungan kepada bakal calon ketua umum Golkar.

"Menurut kami belum waktunya Bapak untuk ikut melakukan penggalangan dukungan daerah, kecuali Bapak sudah menjadi Tim sukses atau langkah yang Bapak lakukan sudah menjadi keputusan Dewan Kehormatan dan Dewan Pakar," kata Darul dalam surat terbukanya yang diterima merdeka.com, Sabtu (3/8). [rnd]

Topik berita Terkait:
  1. Partai Golkar
  2. Munas Golkar
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini