Sudirman Said serang isu korupsi, Ganjar jawab 'Gubernurmu menolak pemberian'
Merdeka.com - Debat putaran 2 Pemilihan Gubernur Jawa Tengah memanas. Dua calon gubernur diminta memberikan pertanyaan pada masing-masing lawannya.
Saat diberikan kesempatan bertanya pada cagub petahana Ganjar Pranowo, Sudirman Said sempat menyinggung soal banyaknya kepala daerah yang dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut data yang dia punya, bahkan dari di daerah Jawa Tengah, ada 32 kepala daerah di Jateng tersandung masalah di KPK.
Mantan menteri ESDM itu juga menyinggung Ganjar yang beberapa waktu harus bolak balik ke KPK untuk memberikan keterangan. Seperti diketahui, nama Ganjar sempat tersebut dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP.
"Korupsi itu merepotkan, Pak Ganjar bolak balik ke KPK untuk bersaksi. Kita enggak ingin tambah jumlah itu," kata Sudirman Said di Ballroom Hotel Best Western Premier, Solo Baru, Sukoharjo, Kamis (3/5) malam.
Atas data itu, dia mendapat informasi Jawa Tengah sebagai daerah darurat korupsi.
Dengan santai, Ganjar menanggapi pernyataan Sudirman. Menurutnya, Provinsi Jawa Tengah sudah lama melakukan kerja sama dengan KPK. Bahkan, kata dia, Jawa Tengah menjadi provinsi pertama yang menggelar sekolah antikorupsi untuk kepala daerah.
"Mungkin saya perlu tanya, data itu maksudnya Jateng atau Jabar paling banyak? Biar publik menilai, jangan sampai data salah," kata Ganjar.
Dia juga memastikan, kepala daerah di Jateng adalah pelapor gratifikasi paling banyak. Bahkan ketaatan itu membuat Jateng meraih penghargaan dalam hal pelaporan LHKPN oleh KPK.
Terkait dirinya yang harus beberapa kali ke KPK, Ganjar menegaskan sebagai warga negara memberikan kesaksian wajib hukumnya dan tidak boleh lalai. Dia juga menyinggung sebenarnya terkait panggilan ke KPK bukan hanya dirinya.
"Kalau kita semua melakukan frame semuanya siapa yang terima siapa yang tolak. Ketahuilah, gubernur mu ini yang menolak semua pemberian itu. Mungkin Mbak Ida pernah sama-sama di Komisi II bisa bersaksi," kata Ganjar.
Mendapat penjelasan Ganjar, Sudirman kemudian memamerkan kesuksesannya membenahi ESDM setelah menteri sebelumnya masuk penjara. "Maka itu, saya enggak ingin warga Jateng kehilangan gubernurnya karena berurusan dengan korupsi dan KPK," tegas Sudirman.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya