'Sudah Saatnya Kita Merajut Kembali Persatuan dan Kesatuan'

Jumat, 24 Mei 2019 00:45 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
'Sudah Saatnya Kita Merajut Kembali Persatuan dan Kesatuan' Jokowi bertemu Prabowo. ©2015 merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Kerasnya kontestasi Pemilu serentak 2019 diharapkan selesai setelah KPU resmi mengumumkan hasil rekapitulasi pada 21 Maret lalu. Para pendukung Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandiaga pun diminta meredakan eskalasi politik dan kembali bersatu sebagai rakyat Indonesia.

Demi hal tersebut, Jaringan Kemandirian Nasional (JAMAN) menggagas acara buka bersama antara pendukung Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandiaga di salah satu restoran di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

"Sudah saatnya kita merajut kembali persatuan dan kesatuan, dan melupakan segala perbedaan," ujar Ketua Umum DPP Jaringan Kemandirian Nasional, A. Iwan Dwi Laksono, Kamis (23/5).

Iwan menyayangkan, saat ini masih ada beberapa elite politik dari kubu Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang justru memperkeruh suasana.

"Kita minta sudahilah, jangan lagi berbicara yang bisa memercikkan gesekan di masyarakat. Pemilu sudah usai. Rakyat sudah menentukan pilihan. Jika ada permasalahan segera selesaikan secara konstitusional," tegasnya.

Selain elite, Jaman mendesak, agar media khususnya televisi turut mendinginkan suasana.

"Jadi menurut kami, saat ini tidak perlu lagi mengundang tokoh-tokoh politik yang kontroversial dari dua kubu, terlebih lagi tokoh yang demen berstatemen provokatif," tambah dia.

Masih kata Iwan, para tokoh-tokoh sudah saatnya berhenti membuat emosi masyarakat. "Di Negeri ini banyak kok tokoh politik yang santun, yang masih bisa berpikir jernih, itu yang harus kita munculkan," pintanya lagi.

Sementara itu, perwakilan dan pendukung Prabowo-Sandiaga, Anies Fauzan mengatakan, dengan adanya agenda bukber dan silaturahmi dua pendukung bisa menular ke elite-elite di atas.

"Kami meminta baik kader internal kami, dan relawan 01, mulai saat ini kita sama-sama menanggalkan baju masing-masing," ujarnya.

"Saya sepakat tidak ada lagi 01 dan 02, yang ada adalah 03 untuk persatuan Indonesia. Saatnya kita sebagai anak-anak muda melanjutkan cita-cita bangsa. Dan kita memanfaatkan momen Ramadan dan menjelang fitri sebagai momen pererat silaturahmi," timpalnya.

Dia juga berharap, gerakan ini bisa menular ke daerah-daerah. "Selain para elite, kita berharap gerakan serupa bisa ditularkan ke daerah. Acara ini harus viral. Makanya kita sepakat pemerintah juga membuka blokir medsos, agar kita bisa menebarkan virus persatuan," pungkasnya. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini