Suara Rano-Embay melempem tak sesuai survei karena ada 'orang Atut'

Rabu, 22 Februari 2017 01:31 Reporter : Mitra Ramadhan
Suara Rano-Embay melempem tak sesuai survei karena ada 'orang Atut' Rano karno dan embay tanda tangan pakta integritas. ©2016 Merdeka.com/dwi prasetya

Merdeka.com - Penyebab suara Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Rano Karno-Embay Mulya Syarief pada Pilkada Banten tak sesuai dengan survei beberapa lembaga. Sebelumnya, survei beberapa lembaga merilis bahwa pasangan Rano-Embay unggul di Pilkada Banten.

Kholid Ismail sebagai tokoh muda di Tangerang menyebut hal itu disebabkan karena adanya orang Ratu Atut Chosiyah di kubu Rano-Embay. Kholid menyebut ada kecurangan yang sistematis hingga mengakibatkan suara Rano-Embay melorot.

"Ini jelas sistematis, pertama karena ada orang Atut di tubuh Rano yang menggerogoti suara. Seperti Komarudin dan James Tangka. Kedua adanya ketidak seriusan aparat hukum terhadap pelanggaran yang sudah kasat mata, seperti yang terjadi di Cisauk," katanya, Selasa (21/2).

Ketiga, adanya pembagian paket sembako berupa mie instan di Ciruas, Kabupaten Serang. "Untuk kasus Cisauk polisi terlihat lucu, alasan polisi kasus itu tidak bisa diteruskan karena terlapor kabur. Kalau logika semacam ini diteruskan, maka semua maling tidak akan ditangkap," katanya.

Sedangkan menurut Kholid, di tingkat Banwaslu bersikukuh kasus itu harus diteruskan. "Sepertinya Propam harus turun tangan," terangnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kota Tangsel AKP Alexander mengatakan, pihaknya telah meneruskan ke Bawaslu Banten terkait peristiwa dugaan money politic Cisauk.

"Para personel dari Sentra Gakkumdu tidak dapat menemui orang yang diduga mengetahui terjadinya dugaan tindak pidana pemilihan tersebut," ujarnya.

Saat ditanya apakah bukti foto yang disampaikan tersebut tidak bisa menjadi bukti akurat, Alexander mengatakan definisi lengkap tidak hanya berbentuk foto.

"Proses klarifikasi tidak sesederhana itu," katanya.

AKP Alexander mengaku yang memutuskan pelaporan lanjut atau tidak lanjut bukan Polri, tetapi Sentra Gakkumdu.

"Kalau soal foto (yang juga terdapat Andika) aku enggak boleh mengeluarkan statemen pribadi. Begitu pun sebagai Kasat Reskrim. Sentra Gakkumdu melalui pleno yang berhak menyatakan," terangnya.

[dan]

Topik berita Terkait:
  1. Pilkada Serentak
  2. Rano Karno
  3. Tangerang
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini