Strategi putaran kedua, timses akan 'jualan' kinerja Ahok-Djarot
Merdeka.com - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) melansir tingkat kepuasan warga DKI Jakarta terhadap kinerja Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Syaiful Hidayat yang mencapai 73,5 persen. Walaupun banyak warga yang cukup puas dengan kinerja Ahok-Djarot, ada anomali baru bahwa warga Jakarta akan memilih siapapun asal bukan Ahok. Itu terlihat dari hasil survei Media Survei Nasional (Median).
Tim sukses Ahok dan Djarot menilai warga Jakarta perlu diberi pencerahan mengenai demokrasi yang berbasis kinerja sebagai tolak ukur memilih pemimpin.
"Makanya kita selalu kampanye. Kita selalu memberikan pencerahan kepada warga bahwa demokrasi kita yang kita inginkan demokrasi yang menilai kandidat dari kinerja bukan dari SARA," kata Bendahara timses Basuki-Djarot, Charles Honoris, di Rumah Cemara, Menteng, Selasa (7/3).
Charles membeberkan strategi kampanye yang akan digunakan timses Basuki-Djarot di putaran kedua. Salah satunya dengan cara mengembalikan ingatan warga mengenai kinerja Ahok-Djarot selama dua tahun menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.
"Pendekatan kinerja pasangan calon kami kan tidak sulit ya. Hanya harus mengembalikan ingatan publik mengenai apa yang sudah dilakukan dua tahun terakhir itu. Saya rasa seluruh warga Jakarta sudah merasakan kinerja Ahok-Djarot," ujarnya.
Menurut Charles, hasil akhir pemilihan gubernur (pilgub) DKI Jakarta mencerminkan wajah demokrasi Indonesia. Jika demokrasi di Jakarta tumbuh dengan baik, maka warga akan memilih Ahok-Djarot karena 75 persen warga puas dengan kinerja petahana.
"Tapi kalau demokrasi kita masih primordial maka ya memang mungkin hasilnya tidak seperti itu," ucapnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya