Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sosok Nyai Aisyah, adik Gus Dur di mata Khofifah Indar Parawansa

Sosok Nyai Aisyah, adik Gus Dur di mata Khofifah Indar Parawansa Khofifah sapa petani paprika. ©2018 Merdeka.com/Mochammad Andriansyah

Merdeka.com - Calon Gubernur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa menyampaikan duka mendalam atas wafatnya salah satu tokoh Muslimat NU, Nyai Hj Aisyah Hamdi Baidlowi binti KH Wahid Hasyim, Kamis (8/3). Adik kandung Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid itu meninggal di usia 78 tahun tepat di Hari Perempuan Internasional.

Nyai Aisyah meninggal karena sakit dan akan dimakamkan di Ponpes Madrasatul Quran, Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

"Saya ingin menyampaikan Innalillahi wainna ilahiraji’un. Kader terbaik bangsa dan kader terbaik Muslimat NU, Bu Nyai Hj Aisyah Hamid Baidlowi, adinda dari KH Abdurrahman Wahid, tadi pukul 12.50 Wib telah dipanggl ke hariba’an Allah SWT. Mudah-mudahan seluruh amal ibadahnya diterima Allah dan kekhilafannya diampuni oleh Allah," kata Khofifah usai menghadiri Rakor Pemenangan Pilkada 2018 DPD Partai Golkar Jawa Timur.

Khofifah menyebut, sejak Senin lalu, putri kedua KH Wahid Hasyim itu sudah dirawat di rumah sakit dan sempat dijenguknya pada Rabu kemarin di Jakarta. Nyai Asiyah, katanya, selama hidupnya selalu membaktikan diri untuk kegiatan-kegiatan sosial-keagamaan luar biasa di Muslimat NU.

Selain menjadi ketua dewan pembina Muslimat NU, Nyai Aisyah juga mengomandani 144 panti asuhan, perintis 9.800-an PAUD TK dan Roudlotul Atfal, merintis Yayasan Haji Muslimat NU, dan merintis Induk Koperasi Annisah. "Jadi rintisan-rintisan pelembagaan layanan di Muslimat NU yang melakukan adalah beliau. Komitmennya luar biasa," kenang Khofifah.

Meski sudah berusia lanjut, mantan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar ini masih sempat memimpin rapat 5 yayasan sekaligus mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WIB pada Minggu lalu. "Jadi, tentu kami semua merasa kehilangan sosok tauladan yang memberikan dedikasi dan tauladannya untuk melayani ummat tanpa batas," katanya.

Bahkan saat terakhir bertemu dengan Nyai Aisyah di HUT Pernikahan ke-50 KH Solahuddin Wahid (Gus Sholah) pada 11 Febuari lalu, Khofifah mengaku sempat menyampaikan kepada seluruh anggota keluarga almarhum, bahwa tanggung jawab beliau sangat luar biasa, serta memiliki pemikiran sangat tajam dan kritis.

"Beliau selalu melihat persoalan sangat detail, itu yang hari ini memang tidak mudah mencari sosok dengan tingkat ketajaman pemikiran dan selalu bekerja detail, teliti, dan dengan tanggung jawab yang luar biasa. Beliau bisa menjaga konsentarasi dalam jangka waktu yang sangat lama," tandasnya.

Sekadar diketahui, Nyai Hj Aisyah Hamid Baidlowi adalah putri kedua dari KH Wahid Hasyim. Dia adalah adik kandung Gus Dur dan kakak Gus Sholah, KH Umar Wahid, Nyai Lily Chodijah Wahid, dan KH Hasyim Wahid. Perempuan dengan segudang prestasi dan pengabdian ini wafat di usia 78 tahun.

Almarhumah merupakan ketua umum PP Muslimat NU periode 1995-2000. Selain itu, pada 1990-1995, pernah menjabat ketua Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), anggota DPR RI tiga periode (1997-2009), pengurus Dewan Pimpinan MUI (1995-2000), ketua umum DPP Pengajian Al-Hidayah (2000-2010), dan ketua Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional (1999-2013).

Nyai Aisyah wafat pada Kamis (8/3) di Rumah Sakit Mayapada Lebak Bulus, Jakarta Selatan sekitar pukul 12.50 WIB. Saat ini, jenazah alamarhumah masih disemayamkan di rumah duka, Jalan Bukit Pratama Raya A.9 Pasar Jumat, Lebak Bulus dan akan dikebumikan di Ponpes Tebuireng, Jombang pada Jumat besok.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP